Jakarta

Es Gabus, Jajanan Jadul Penuh Cerita yang Menyimpan Kenangan Manis Masa Kecil

Zainal Abidin | 28 Januari 2026, 18:00 WIB
Es Gabus, Jajanan Jadul Penuh Cerita yang Menyimpan Kenangan Manis Masa Kecil

AKURAT JAKARTA - Es gabus merupakan jajanan jadul yang lekat dengan memori masa kecil generasi 1980–1990-an karena mudah ditemui di sekolah dan lingkungan rumah.

Meski bernama es gabus, camilan ini sama sekali tidak dibuat dari gabus atau spons, melainkan dari tepung hunkwe yang aman dikonsumsi.

Tekstur kenyal khas es gabus berasal dari proses pemasakan tepung hunkwe, santan, dan gula yang dimasak hingga mengental sempurna.

Baca Juga: Dari Mana Kopi Indonesia Berasal? Ini Sejarahnya

Tepung hunkwe sendiri dikenal sebagai olahan kacang hijau yang sejak lama digunakan dalam berbagai jajanan tradisional Nusantara.

Warna es gabus yang cerah, seperti merah muda, hijau, atau cokelat, menjadi daya tarik visual yang sulit dilupakan oleh banyak orang.

Pada masanya, es gabus sering dijual dengan harga terjangkau dan menjadi pilihan favorit anak-anak saat jam istirahat sekolah.

Baca Juga: Dua Restoran Betawi Sukses di Luar Negeri, Cita Rasa Nusantara yang Mendunia

Sensasi dingin yang perlahan meleleh di mulut membuat jajanan ini terasa sederhana namun memberi kesan menyenangkan dan menenangkan.

Di balik tampilannya yang sederhana, es gabus dipercaya telah dikenal sejak masa penjajahan dengan pengaruh budaya kuliner luar.

Penggunaan tepung hunkwe menjadi bukti adaptasi bahan pangan yang kemudian menyatu dengan cita rasa lokal masyarakat Indonesia.

Baca Juga: 5 Warung Bakso Favorit di Jakarta, Pecinta Wisata Kuliner Wajib Coba

Sayangnya, tekstur kenyal es gabus kerap disalahartikan sebagai bahan tidak wajar oleh sebagian orang yang belum mengenalnya.

Padahal, kekenyalan tersebut merupakan hasil alami dari pati kacang hijau yang dimasak dengan teknik dan takaran tepat.

Seiring perkembangan zaman, keberadaan es gabus mulai jarang ditemui karena tergeser oleh jajanan modern dan makanan instan.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Rumah Makan Padang di Jakarta Pusat yang Enak dan Legendaris

Meski begitu, beberapa pedagang tetap bertahan dengan menghadirkan es gabus sebagai simbol jajanan tradisional penuh nostalgia.

Inovasi pun dilakukan dengan menambahkan varian rasa baru agar lebih menarik bagi generasi muda tanpa menghilangkan resep asli.

Langkah tersebut menjadi upaya menjaga warisan kuliner agar tidak hilang di tengah derasnya tren makanan kekinian.

Baca Juga: Resep Roti Pisang Pandan, Pilihan Favorit untuk Menemani Suasana Syahdu Bersama Keluarga di Musim Hujan Ini

Es gabus bukan hanya soal rasa manis dan dingin, tetapi juga tentang kenangan, kebersamaan, dan kesederhanaan masa kecil.

Selama diolah dengan bahan yang tepat dan proses higienis, es gabus tetap aman dikonsumsi oleh semua kalangan usia.

Keberadaan es gabus hari ini menjadi pengingat bahwa jajanan tradisional memiliki nilai budaya yang patut dijaga dan dilestarikan.

Baca Juga: 8 Kuliner Betawi yang Enak namun Kian Langka

Melalui camilan sederhana ini, generasi masa kini dapat mengenal kembali rasa dan cerita yang pernah mewarnai masa lalu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.