Jakarta

Menguak Sejarah Ketoprak Betawi, Kuliner Ikonik Masyarakat Betawi

Zainal Abidin | 21 Januari 2026, 16:30 WIB
Menguak Sejarah Ketoprak Betawi, Kuliner Ikonik Masyarakat Betawi

AKURAT JAKARTA - Ketoprak merupakan salah satu ikon wisata kuliner Betawi yang tak hanya lezat, tetapi juga menyimpan kisah sejarah panjang tentang perjumpaan budaya di Jakarta.

Konon, ketoprak berawal dari kawasan Pecenongan pada abad ke-19, ketika wilayah tersebut menjadi tempat tinggal dan aktivitas masyarakat Tionghoa.

Pecenongan dikenal sebagai kawasan niaga dan pemukiman yang hidup, sehingga interaksi antaretnis berlangsung intens dan alami dalam keseharian warga.

Baca Juga: Rahasia Kelezatan Sambal Udang Pete, Perpaduan Pedas Gurih yang Bikin Nambah Nasi, Lauk Tepat di Musim Hujan

Dari pertemuan budaya inilah lahir kreasi kuliner sederhana yang memadukan bahan lokal dengan pengaruh Tionghoa dalam rasa dan teknik pengolahan.

Ketoprak tersusun dari ketupat, tauge, bihun, tahu goreng, serta siraman bumbu kacang yang kental dan gurih, mencerminkan harmoni rasa.

Penggunaan tauge menjadi bukti kuat pengaruh Tionghoa, karena bahan ini telah lama dikenal dan dikembangkan dalam tradisi kuliner Tiongkok. 

Baca Juga: Wisata Kuliner Betawi: Menyusuri Jejak Rasa Kue Tradisional di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta

Tauge diperkenalkan ke Nusantara oleh perantau Tionghoa, lalu beradaptasi dengan selera lokal dan mudah diterima masyarakat Betawi.

Selain tauge, bawang putih juga menjadi unsur penting dalam bumbu ketoprak, sekaligus penanda kuat jejak dapur Tionghoa.

Bawang putih memberi aroma tajam dan rasa khas yang memperkaya bumbu kacang, sehingga ketoprak memiliki karakter yang berbeda dari hidangan sejenis.

Baca Juga: 5 Jenis Durian Indonesia yang Paling Enak, Kekayaan Rasa Nusantara yang Terus Diburu Pecinta Kuliner

Bumbu kacang ketoprak diulek bersama bawang putih, cabai, gula merah, dan sedikit cuka untuk menghadirkan rasa gurih, manis, pedas, dan segar.

Perpaduan rasa tersebut menjadikan ketoprak sebagai makanan rakyat yang mudah dinikmati lintas kalangan dan generasi.

Dalam perkembangan waktu, ketoprak tidak hanya hadir di Pecenongan, tetapi menyebar ke berbagai sudut Jakarta dan daerah sekitarnya.

Baca Juga: Ndalem Klangenan, Destinasi Wisata Kuliner Tradisional dengan Salmon Lodeh Viral di Jogja

Pedagang ketoprak keliling dengan gerobak sederhana menjadi pemandangan khas, sekaligus bagian dari identitas budaya kota.

Bagi wisatawan, mencicipi ketoprak bukan sekadar menikmati makanan, melainkan merasakan sejarah akulturasi yang hidup dalam tradisi Betawi.

Ketoprak membuktikan bahwa kuliner mampu menjadi jembatan budaya, menyatukan perbedaan dalam rasa yang akrab dan penuh makna. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.