Jakarta

5 Jenis Durian Indonesia yang Paling Enak, Kekayaan Rasa Nusantara yang Terus Diburu Pecinta Kuliner

Zainal Abidin | 20 Januari 2026, 10:15 WIB
5 Jenis Durian Indonesia yang Paling Enak, Kekayaan Rasa Nusantara yang Terus Diburu Pecinta Kuliner

AKURAT JAKARTA - Indonesia dikenal luas sebagai negeri penghasil durian berkualitas, dengan ragam varietas lokal yang memiliki karakter rasa berbeda di setiap daerah.

Durian tidak hanya menjadi buah musiman, tetapi juga bagian dari budaya kuliner yang terus hidup di tengah masyarakat pencinta rasa legit.

Berikut daftar 5 jenis durian Indonesia yang terkenal karena rasanya yang enak dan khas. 

Baca Juga: Street Food Legendaris Jakarta, Destinasi Wisata Kuliner Wajib Coba bagi Pencinta Rasa Autentik

1. Durian Petruk

Salah satu durian yang paling dikenal adalah durian petruk dari Jepara yang memiliki karakter rasa manis berpadu pahit lembut.

Tekstur dagingnya cenderung lembek, menciptakan sensasi lumer di mulut yang membuat banyak penikmat durian sulit melupakannya.

Baca Juga: Resep Kentang Mustofa Renyah Anti Gagal, Cocok untuk Stok Sahur dan Buka Puasa

Aroma durian petruk tergolong sedang, tidak terlalu menyengat, sehingga lebih mudah diterima oleh penikmat durian pemula.

Bentuknya bulat dengan ujung meruncing juga menjadi ciri visual yang membuat durian ini mudah dikenali di pasaran.

2. Durian Bawor  

Baca Juga: Lebih Hemat dan Praktis Dibandingkan Delivery Order, Ini 5 Menu Makan Malam Kilat yang Bisa Jadi Andalan

Dari Jawa Tengah, durian bawor asal Banyumas hadir sebagai varietas unggulan yang banyak dibudidayakan petani lokal.

Durian bawor dikenal memiliki daging tebal berwarna kuning cerah, biji kecil, serta rasa manis pahit yang seimbang.

Selain rasanya yang disukai banyak orang, durian bawor juga terkenal cepat berbuah dan produktif sehingga bernilai ekonomi tinggi.

 Baca Juga: Sering Alot? 5 Teknik Membuat Cumi Bakar Ini Bikin Kamu Kaget dengan Hasilnya

Tak heran jika durian ini sering dijuluki sebagai montong lokal dengan cita rasa yang lebih kuat dan berkarakter.

3. Durian Bokor

Beranjak ke Jawa Barat, durian bokor dari Majalengka menjadi favorit pecinta durian beraroma tajam.

 Baca Juga: Wisata Kopi Nusantara: Indonesia Jadi Negara Dengan Coffee Shop Terbanyak di Dunia

Durian bokor memiliki kulit hijau dengan bentuk bulat sempurna serta daging buah yang lembut dan terasa sangat legit.

Aroma kuat yang dihasilkan durian bokor justru menjadi daya tarik utama bagi penikmat durian sejati.

Sensasi aromatiknya memberikan pengalaman makan durian yang lebih intens dan menggugah selera.

Baca Juga: Empat Warung Kopi Tertua di Indonesia, Legendaris dan Tetap Bertahan hingga Kini

4. Durian Tembaga 

Dari Pulau Sumatra, durian tembaga asal Kampar dikenal dengan warna kuning pekat menyerupai logam tembaga.

Tekstur dagingnya halus, sedikit berlemak, dan didominasi rasa manis yang lembut serta nyaman di lidah.

Baca Juga: Sajian Praktis di Rumah, Resep Ayam Bumbu Kecap yang Manis dan Gurih

Daging yang tebal dengan biji kecil membuat durian tembaga terasa sangat memuaskan saat disantap perlahan.

Aromanya harum namun tidak menusuk, sehingga cocok dinikmati oleh berbagai kalangan penikmat durian.

5. Durian Merah 

Baca Juga: Mencicipi Sate Rusa Legendaris di Sate Gedhe Pasar Minggir, Ikon Kuliner Jogja

Keunikan durian Indonesia juga terlihat pada durian merah dari Banyuwangi yang memiliki warna daging mencolok.

Warna merah merona membuat durian ini berbeda dari durian pada umumnya dan menjadi ikon kebanggaan daerah asalnya.

Rasanya lembut dengan aroma khas yang tidak terlalu kuat, menjadikan durian merah mudah diterima pasar internasional.

Baca Juga: Wisata Kuliner Menteng: Menikmati Rasa Klasik yang Bertahan Puluhan Tahun di Jantung Jakarta

Kualitas rasa dan tampilannya membuat durian merah Banyuwangi mulai dikenal hingga ke mancanegara.

Keberagaman durian Nusantara membuktikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner lokal yang layak dijaga dan terus dikenalkan.

Setiap jenis durian tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga cerita daerah dan kerja keras para petani lokal. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.