Jakarta

Sedang Marak Virus Mpox, Menkes Budi Gunadi Sadikin Jelaskan Pola Penularan Virus Cacar Monyet Mirip Dengan HIV AIDS

Titania Isnaenin | 27 Agustus 2024, 16:39 WIB
Sedang Marak Virus Mpox, Menkes Budi Gunadi Sadikin Jelaskan Pola Penularan Virus Cacar Monyet Mirip Dengan HIV AIDS

 

AKURAT JAKARTA - Kementerian Kesehatan Budi Gunadi Sadikin jelaskan pola penularan Mpox yang hampir identik dengan HIV AIDS.

Dalam kesempatannya itu, Budi Gunadi Sadikin di Istana Kepresidenan pada Selasa (27/08) menjelaskan kepada Presiden Joko Widodo mengenai penularan virus Mpox yang terjadi pada anak-anak di Afrika.

"Tadi Bapak Presiden sempat tanya, Pak Menkes, kalau ini mirip HIV AIDS penularannya kontaknya fisik, kok banyak anak-anak?" kata Budi Gunadi mengulang pertanyaan Jokowi.

Baca Juga: Ayah Aulia Risma, Mahasiswi PPDS Anestesi Undip yang Dibully Meninggal Dunia

Budi Gunadi menjelaskan bahwa penularan virus Mpox dapat terjadi karena adanya kontak fisik dengan penderita.

Ia kemudian juga menjawab alasan mengapa anak-anaklah yang sangat berisiko untuk tertular.

Dalam rapat terbatas, Budi Gunadi membeberkan kebiasaan anak-anak di Afrika yang suka sharing barang-barang pribadi.

Seperti baju, handuk, selimut, tempat tidur, dan alat-alat lainnya dengan penderita virus Mpox.

Baca Juga: Tak Hanya Duta Sopan Santun, Brigadir Putri Cikita Juga Nuduh Warga Ngobat

Oleh sebab itu, Budi Gunadi mengatakan pola penularan virus ini identik dengan HIV AIDS.

Dengan kata lain, virus akan tertular apabila melakukan kontak langsung dengan penderita, dan menular melalui cairan tubuh.

Adapun berdasarkan hasil ratas (rapat terbatas) tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melalui program pemerintah.

Akan meningkatkan upaya pemantauan terhadap wabah cacar monyet.

Hal tersebut sejalan dengan rencana WHO untuk menetapkan Mpox sebagai emergency of International Concern. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.