Pengertian dan Asal Usul Kata Nebeng yang Dipakai Kaesang Pangarep Soal Jet Pribadi ke Amerika Serikat, Ternyata dari Bahasa Jawa

AKURAT JAKARTA - Istilah nebeng saat ini menjadi perbincangan publik. Walau kerap terdengar dalam bahasa sehari-hari, tapi nebeng kini menjadi pembahasan di media sosial.
Ini tak lain karena berhubunga isu Kaesang Pangarep terkait keberangkatannya ke Amerika Serikat yang menghebohkan beberapa waktu lalu itu.
Seperti diketahui, Kaesang bersama istri, Erina Gudono ke Amerika Serikat menggunaka jet pribadi.
Baca Juga: Jangan Disepelekan! Ini 10 Bahaya dari Kurang Tidur, Investasi yang Buruk untuk Hari Tua
Melalui Juru bicaranya, Francine Widjojo ia menyebut bahwa ketua umum PSI Kaesang Pangarep hanya nebeng pada teman yang kebetulan searah.
Istilah Nebeng
Istilah nebeng merupakan bahasa gaul atau percakapan sehari-hari di Indonesia yang berarti menumpang atau memanfaatkan fasilitas orang lain tanpa memberikan imbalan.
Secara spesifik, nebeng merujuk pada tindakan menumpang kendaraan milik orang lain untuk bepergian tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum.
Baca Juga: PAHAMI! Ini Waktu Tidur yang Ideal untuk Lansia, Dewasa, Remaja, Anak-anak, Hingga Bayi
Sejarah dan Asal Kata
Secara linguistik, kata nebeng berasal dari bahasa Jawa, yaitu kata "nembeng" yang berarti "menumpang".
Dalam perkembangannya, kata ini diserap dalam bahasa Indonesia sebagai istilah gaul yang populer terutama di kalangan anak muda.
Istilah ini kerap digunakan dalam konteks pergaulan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang menumpang transportasi teman atau orang lain untuk mencapai suatu tujuan tanpa biaya.
Dalam budaya Indonesia, praktik nebeng adalah sesuatu yang umum dan sering kali dilakukan dalam semangat gotong royong atau solidaritas antar teman.
Meskipun kadang dianggap praktis dan efisien, nebeng juga bisa menjadi masalah sosial jika dilakukan secara berlebihan atau tanpa memperhatikan kepentingan orang lain.
Saat ini, kata "nebeng" juga digunakan dalam beberapa layanan teknologi transportasi, seperti aplikasi berbagi tumpangan (carpooling), yang bertujuan mengurangi jumlah kendaraan di jalanan dengan berbagi kendaraan antar penumpang.
Nebeng mencerminkan aspek kebersamaan yang masih kental dalam masyarakat Indonesia, terutama dalam konteks transportasi sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





