Jakarta

Jangan Disepelekan! Ini 10 Bahaya dari Kurang Tidur, Investasi yang Buruk untuk Hari Tua

Erlangga Poerwanto | 19 September 2024, 02:00 WIB
Jangan Disepelekan! Ini 10 Bahaya dari Kurang Tidur, Investasi yang Buruk untuk Hari Tua

AKURAT JAKARTA - Kekurangan tidur dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental.

Jika dibiarkan, bahaya-bahaya dari kondisi kurang tidur akan menjadi investasi yang buruk di hari tua nanti.

Berikut adalah beberapa dampak negatif yang bisa terjadi akibat kurang tidur:

Baca Juga: PAHAMI! Ini Waktu Tidur yang Ideal untuk Lansia, Dewasa, Remaja, Anak-anak, Hingga Bayi

1. Gangguan Fungsi Kognitif

Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan berpikir.

Ini memengaruhi kemampuan seseorang untuk membuat keputusan yang baik, memecahkan masalah, dan menyelesaikan tugas dengan efisien.

2. Penurunan Sistem Kekebalan Tubuh

Baca Juga: Dari Patung GWK Hingga Istana Garuda IKN, Nyoman Nuarta Kini Luncurkan Koleksi Perhiasaan Mewah Bersama Passion Jewelry

Tidur berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Kekurangan tidur dapat melemahkan respons imun, sehingga membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi seperti flu dan penyakit lainnya.

3. Peningkatan Risiko Penyakit Kronis

Kurang tidur jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti:

Baca Juga: Sinopsis Tempest, Drama Korea Terbaru Bergenre Thriller yang Dibintangi Gianna Jun dan Gang Dongwon, Tayang Tahun Depan

- Diabetes Tipe 2: Kekurangan tidur dapat memengaruhi metabolisme glukosa dan meningkatkan risiko resistensi insulin.

- Penyakit Jantung: Kurang tidur terkait dengan tekanan darah tinggi, peningkatan detak jantung, dan peradangan, yang semuanya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

- Obesitas: Tidur yang tidak cukup mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur nafsu makan, sehingga meningkatkan rasa lapar dan berisiko menyebabkan penambahan berat badan.

4. Masalah Psikologis dan Emosional

Baca Juga: Beri Solusi bagi Warga Jakarta yang Terkena PHK, Ridwan Kamil Janjikan Pinjaman Tanpa Bunga Melalui Program Mesra

Kurang tidur sering dikaitkan dengan masalah mental seperti depresi, kecemasan, dan suasana hati yang buruk.

Orang yang kurang tidur lebih mungkin merasa mudah tersinggung, cemas, atau depresi.

5. Penurunan Produktivitas dan Kinerja

Kekurangan tidur mengakibatkan penurunan performa di tempat kerja atau sekolah, termasuk berkurangnya kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, dan kemampuan membuat keputusan.

Ini juga dapat meningkatkan risiko kesalahan atau kecelakaan.

Baca Juga: SIMAK! Berikut Rundown Konser Brian Mcknight di Jakarta Central Park Besok Lusa, Maliq D'Essential Bakal Jadi Pembuka

6. Gangguan Metabolisme dan Penambahan Berat Badan

Kurang tidur memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan, seperti ghrelin(meningkatkan nafsu makan) dan leptin (menurunkan nafsu makan).

Kekurangan tidur membuat tubuh lebih banyak memproduksi ghrelin, yang meningkatkan rasa lapar, dan mengurangi produksi leptin, yang menyebabkan penambahan berat badan.

7. Risiko Kecelakaan

Kurang tidur dapat menyebabkan kantuk di siang hari, memperlambat reaksi, dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya atau tempat kerja.

Baca Juga: Keseruan Youtuber IShowSpeed Datang Ke Indonesia, Siapakah Dia?

Banyak kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk.

8. Gangguan Hormonal

Tidur membantu dalam mengatur produksi hormon penting seperti hormon pertumbuhan dan hormon stres (kortisol).

Kekurangan tidur dapat menyebabkan gangguan hormonal, yang dapat memengaruhi pertumbuhan, metabolisme, dan respons tubuh terhadap stres.

Baca Juga: Apa yang Akan Terjadi Jika Pramono - Rano Karno Mampu Meyakinkan Anies untuk Mendukungnya di Pilkada Jakarta? Bagini Hasil Survei LSI Terbaru

9. Penuaan Dini

Kurang tidur dapat mempercepat tanda-tanda penuaan dini seperti munculnya keriput dan kulit kusam.

Saat tidur, tubuh memperbaiki sel-sel kulit, dan tanpa tidur yang cukup, proses ini terganggu.

10. Masalah Kesehatan Mental yang Lebih Serius

Pada kasus yang lebih ekstrem, kurang tidur kronis dapat memicu gangguan mental yang serius, seperti halusinasi atau bahkan gejala psikosis.

Kesimpulan

Baca Juga: Serba Serbi Fomo Labubu yang Banyak Diburu Fans Lisa Blackpink, Netizen X Plesetkan Jadi Lakocak Hingga Labubar, Jadinya Begini

Kurang tidur tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik dan mental secara langsung, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit dan masalah emosional yang lebih serius.

Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang sehat dan cukup adalah kunci untuk menjalani hidup yang produktif dan sehat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.