Proses Pembelahan Meiosis, dan Perbedaannya dengan Mitosis? Dalam Pelajaran Biologi Kelas 12

AKURAT JAKARTA - Dalam pelajaran Biologi kelas 12, pembelahan meiosis dan pembelahan mitosis adalah dua proses penting yang terjadi dalam sel eukariotik untuk reproduksi dan pertumbuhan.
Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam perkembangan organisme, dengan meiosis berfungsi dalam reproduksi seksual dan mitosis berperan dalam pembelahan sel somatik.
Berikut penjelasan mengenai proses pembelahan meiosis serta perbedaannya dengan mitosis.
Baca Juga: Cara Cek Pengumuman Hasil Sanggah Akhir CPNS 2024
Pembelahan Meiosis
Meiosis adalah proses pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anak dengan jumlah kromosom setengah dari sel induk (haploid).
Proses ini terjadi pada sel kelamin (gamet) seperti sperma dan sel telur pada manusia serta organisme lain yang berkembang biak secara seksual.
Meiosis berfungsi untuk mengurangi jumlah kromosom sehingga ketika terjadi pembuahan, zigot yang terbentuk memiliki jumlah kromosom yang normal.
Baca Juga: APBN dan APBD: Pengertian, Fungsi, dan Pengaruh dalam Pelajaran Ekonomi Kelas 11
Meiosis terdiri dari dua tahap utama, yaitu Meiosis I dan Meiosis II, yang masing-masing terdiri dari beberapa fase:
Meiosis I: Pembelahan Reduksi
1. Profase I:
- Kromosom mulai terlihat dan mengalami kondensasi.
- Kromosom homolog (dua kromosom dengan ukuran dan bentuk yang sama) berpasangan dalam proses yang disebut sinapsis.
- Terjadi pertukaran segmen kromosom antara kromosom homolog melalui proses crossing over, yang menyebabkan variasi genetik.
- Membran inti mulai menghilang, dan benang spindel mulai terbentuk.
2. Metafase I:
- Pasangan kromosom homolog tersusun sejajar di tengah-tengah sel (dalam bidang ekuator).
- Benang spindel menempel pada kinetokor setiap kromosom homolog.
3. Anafase I:
- Kromosom homolog dipisahkan oleh benang spindel dan ditarik menuju kutub sel yang berlawanan.
Baca Juga: Wahidin Halim Jadi Timses Pemenangan Maesyal-Intan, Jadikan Tangerang Semakin Gemilang
- Pada tahap ini, setiap kutub sel akan mendapatkan satu kromosom dari pasangan homolog.
4. Telofase I dan Sitokinesis:
- Kromosom tiba di kutub masing-masing.
- Membran inti mulai terbentuk kembali di sekitar setiap kumpulan kromosom.
- Sitokinesis (pembagian sitoplasma) terjadi, menghasilkan dua sel anak yang masing-masing memiliki setengah jumlah kromosom dari sel induk (haploid), tetapi setiap kromosom masih terdiri dari dua kromatid (kromosom ganda).
Baca Juga: Terdapat 74 TPS Rawan Banjir di Kecamatan Cengkareng, KPU Melakukan Antisipasi Ini
Meiosis II: Pembelahan Mitotik
Proses meiosis II hampir mirip dengan mitosis, di mana pemisahan kromatid terjadi.
1. Profase II:
- Kromosom mulai berkondensasi lagi dalam setiap sel anak yang terbentuk dari Meiosis I.
- Benang spindel mulai terbentuk, dan membran inti larut.
2. Metafase II:
- Kromosom tersusun sejajar di bidang ekuator sel.
Baca Juga: Berikut Identitas Lima Jenazah Remaja di Kali Bekasi, Total 7 Jenazah Sudah Diidentifikasi
- Benang spindel melekat pada kinetokor dari kromosom di masing-masing sel.
3. Anafase II:
- Kromatid dari setiap kromosom dipisahkan dan ditarik menuju kutub yang berlawanan.
- Kromatid yang telah terpisah kini dianggap sebagai kromosom individual.
4. Telofase II dan Sitokinesis:
- Kromosom tiba di kutub yang berlawanan.
- Membran inti terbentuk kembali di sekitar setiap kumpulan kromosom, dan sitokinesis terjadi.
Baca Juga: Resep Omelet Klasik Rumahan, Sarapan Sat Set yang Super Praktis Buat Keluarga
- Hasilnya adalah empat sel anak yang masing-masing bersifat haploid (memiliki setengah dari jumlah kromosom asli sel induk) dan bersifat genetik berbeda akibat crossing over dan pengacakan kromosom selama meiosis I.
Perbedaan Antara Meiosis dan Mitosis
Berikut adalah perbedaan utama antara meiosis dan mitosis:
Mitosis
Fungsi: Untuk pertumbuhan, perbaikan sel, dan reproduksi aseksual
Jumlah Pembelahan: Satu kali pembelahan.
Jumlah Sel Anak: Menghasilkan dua sel anak.
Baca Juga: Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Jumat 27 September 2024
Jumlah Kromosom Sel Anak: Sel anak memiliki jumlah kromosom yang sama dengan sel induk (diploid, 2n).
Variasi Genetik: Tidak ada variasi genetik; sel anak identik dengan sel induk.
Tempat Terjadi: Terjadi pada sel somatik (sel tubuh).
Crossing Over: Tidak terjadi.
Tujuan: Untuk perbanyakan sel dan perbaikan jaringan.
Meiosis
Fungsi: Untuk menghasilkan gamet dalam reproduksi seksual.
Jumlah Pembelahan: Dua kali pembelahan (Meiosis I dan Meiosis II).
Baca Juga: BMKG Prediksi Jakarta Barat, Selatan dan Timur Hujan Jumat Malam, Suhu 31 Derajat Celsius
Jumlah Sel Anak: Menghasilkan empat sel anak.
Jumlah Kromosom Sel Anak: Sel anak memiliki setengah jumlah kromosom dari sel induk (haploid, n).
Variasi Genetik: Ada variasi genetik akibat crossing over dan pemisahan acak kromosom.
Tempat Terjadi: Terjadi pada sel germinal (sel kelamin seperti sperma dan sel telur).
Crossing Over: Terjadi di Profase I.
Tujuan: Untuk menghasilkan sel kelamin (gamet) dengan variasi genetik.
Kesimpulan
Meiosis adalah proses pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anak haploid dengan variasi genetik, yang berperan dalam reproduksi seksual.
Mitosis, di sisi lain, adalah pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak diploid yang identik dengan sel induk, berfungsi dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh.
Perbedaan utama antara keduanya terletak pada fungsi, jumlah pembelahan, dan hasil akhir dari jumlah kromosom serta variasi genetik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








