Pengertian Teks Editorial, Ciri, Struktur dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 12

AKURAT JAKARTA - Dalam pelajaran Bahasa Indonesia kelas 12, teks editorial merupakan teks yang berisi pandangan atau opini penulis terkait suatu peristiwa atau isu yang sedang hangat dibicarakan.
Teks ini biasanya ditemukan di kolom editorial media cetak atau digital, seperti surat kabar, majalah, atau portal berita online.
Fungsi teks editorial adalah memberikan sudut pandang tertentu mengenai suatu topik, serta mempengaruhi atau mengajak pembaca untuk berpikir atau bertindak sesuai pandangan penulis.
Pengertian Teks Editorial
Teks editorial adalah tulisan yang mengungkapkan pendapat atau sikap media terhadap suatu isu aktual yang sedang dibicarakan oleh masyarakat.
Teks ini sering disebut sebagai tajuk rencana karena mewakili pandangan resmi redaksi terhadap isu tertentu.
Ciri-Ciri Teks Editorial
Baca Juga: Sudah Ada Fitur Bahasa Indonesia, Ini 3 Cara Temukan Daylist di Spotify
1. Opini Subjektif yang Didukung Fakta
Meskipun bersifat opini, teks editorial tetap didukung oleh data, fakta, atau argumen yang rasional untuk memperkuat pandangan penulis.
2. Bersifat Argumentatif
Teks editorial menyajikan argumen-argumen yang mendukung sudut pandang penulis mengenai suatu isu.
3. Topik Aktual
Teks editorial membahas isu yang sedang hangat dibicarakan oleh publik atau memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat.
Baca Juga: Warga Pancoran Keluhkan Soal Banjir, Ridwan Kamil Janji Akan Perbanyak Sumur Resapan dari Era Anies
4. Mempengaruhi Pembaca
Teks ini ditulis dengan tujuan untuk mempengaruhi cara pandang atau sikap pembaca terhadap isu yang dibahas.
5. Bahasa yang Persuasif dan Formal
Bahasa yang digunakan dalam teks editorial umumnya formal namun tetap persuasif untuk menarik pembaca dan meyakinkan mereka terhadap argumen yang disampaikan.
Struktur Teks Editorial
Teks editorial memiliki struktur yang khas dan terorganisir secara sistematis. Struktur ini membantu penyampaian opini dan argumen dengan jelas. Berikut adalah struktur umum teks editorial:
1. Pernyataan Pendapat (Tesis)
Bagian awal teks editorial ini berisi pernyataan sikap atau pendapat penulis terhadap isu yang dibahas. Di sini, penulis memperkenalkan topik serta sudut pandang yang akan dibahas lebih lanjut.
2. Argumentasi
Pada bagian ini, penulis menyajikan argumen-argumen yang mendukung opini atau sikapnya. Argumen tersebut biasanya dilengkapi dengan fakta, data, contoh, atau kutipan dari sumber yang dapat dipercaya untuk memperkuat opini. Selain itu, penulis juga dapat menyampaikan pandangan-pandangan pihak lain dan memberikan sanggahan atau penjelasan yang mendukung pendapatnya.
3. Penegasan Ulang Pendapat (Rekomendasi)
Baca Juga: Ini Wilayah Jakarta yang akan Diguyur Hujan Hari Ini, Jaksel dan Jakbar Gerimis Dari Siang
Bagian terakhir dari teks editorial berisi penegasan ulang terhadap opini yang telah disampaikan di bagian awal. Penulis biasanya memberikan kesimpulan dan rekomendasi mengenai tindakan yang sebaiknya dilakukan terkait isu tersebut.
Contoh Struktur Teks Editorial
1. Tesis
- Misalnya, jika teks editorial membahas tentang polusi udara di kota besar, pernyataan tesisnya bisa berupa: "Polusi udara di kota besar telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan dan memerlukan langkah-langkah serius dari pemerintah dan masyarakat."
2. Argumentasi
- Argumen pertama: Data dari badan kesehatan menunjukkan bahwa polusi udara meningkatkan risiko penyakit pernapasan.
- Argumen kedua: Kebijakan transportasi yang kurang optimal menyebabkan emisi gas buang semakin meningkat.
- Argumen ketiga: Partisipasi masyarakat dalam program penghijauan sangat minim, yang berkontribusi pada menurunnya kualitas udara.
3. Penegasan Ulang
- Kesimpulan dari editorial tersebut bisa berupa: "Pemerintah perlu segera mengambil langkah tegas untuk mengurangi emisi gas buang dan melibatkan masyarakat dalam program penghijauan agar kualitas udara dapat diperbaiki."
Kesimpulan
Baca Juga: Neraca Pembayaran Internasional: Pengertian, Komponen, dan Fungsi dalam Pelajaran Ekonomi Kelas 11
Teks editorial merupakan teks opini yang berfungsi menyampaikan pendapat atau sikap penulis terhadap suatu isu yang sedang hangat dibicarakan.
Ciri-ciri utama teks editorial adalah bersifat argumentatif, menggunakan bahasa persuasif, dan berisi opini yang didukung oleh fakta atau data.
Struktur teks editorial terdiri dari tiga bagian utama: pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan penegasan ulang pendapat yang bertujuan untuk memperkuat opini serta memberikan rekomendasi terkait isu yang dibahas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 7Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








