Waspada Perdarahan Menstruasi Berat: 1 dari 4 Perempuan Berisiko, Banyak yang Tak Sadar

AKURAT JAKARTA - Perdarahan Menstruasi Berat (PMB) atau heavy menstrual bleeding menjadi isu kesehatan reproduksi yang kerap diabaikan oleh banyak perempuan.
Menurut dokter kandungan dari FKUI RSCM, satu dari empat perempuan berpotensi mengalami PMB, namun ironisnya hampir separuh tidak menyadari kondisi ini sebagai masalah medis.
Artikel ini akan mengupas fakta penting tentang PMB, gejalanya, dampaknya, dan solusi penanganan medis yang tersedia.
Baca Juga: Mau Tinggal 10 Tahun di UEA Tanpa Ribet? WNI Bisa Dapat Golden Visa Lewat Cara Ini!
Dokter Kandungan dan Ahli Fertilitas Endokrinologi Reproduksi FKUI RSCM dr. Achmad Kemal Harzif, Sp.OG, Subsp. FER, mengungkapkan bahwa satu dari empat perempuan berpotensi mengalami PMB.
Dikutip dari Antara, Dokter Achmad di Jakarta, Senin 26 Mei 2025 menyampaikan, “Normalnya (menstruasi) memang hanya 80 cc total lima hingga tujuh hari terserah berapa hari menstruasinya, normalnya paling antara 4-8 hari. Kalau udah lewat delapan hari itu sudah memanjang.”
PMB didefinisikan sebagai menstruasi dengan volume darah berlebih yang memengaruhi aspek fisik, emosional, hingga finansial perempuan.
Gejala khasnya termasuk frekuensi mengganti pembalut setiap satu hingga dua jam, perdarahan yang berlangsung lebih dari tujuh hari, munculnya gumpalan darah besar, dan nyeri di bagian bawah perut saat haid.
Meski prevalensinya tinggi, “sebanyak 47 persen perempuan tidak mengetahuinya dan justru percaya bahwa PMB adalah hal yang lumrah dari menstruasi.” Selain itu, “sebanyak 39 persen perempuan tidak menyadari bahwa ada pilihan pengobatan yang tersedia untuk kondisi ini,” lanjut dr. Kemal.
Dampak serius dari PMB meliputi anemia akibat kekurangan zat besi, yang membuat penderitanya lemas, pucat, serta sesak napas.
Kondisi ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan menurunkan kualitas hidup akibat aktivitas terganggu, nyeri hebat, gangguan tidur, tekanan mental, hingga beban biaya medis yang signifikan.
Deteksi dini dan konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting dalam menangani PMB.
Bagi pasien yang ingin hamil, terapi menggunakan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) dan asam traneksamat bisa menjadi pilihan.
Sementara bagi yang tidak dalam program hamil, tersedia metode Levonorgestrel Releasing Intraurine System (LNG IUS).
LNG IUS merupakan alat kecil berbentuk huruf T yang dimasukkan ke dalam rahim, bekerja dengan cara melepaskan hormon secara perlahan untuk mencegah penebalan dinding rahim dan mengurangi perdarahan.
Perdarahan Menstruasi Berat bukanlah kondisi yang normal atau harus ditoleransi. Edukasi, kesadaran, dan penanganan yang tepat dapat membantu perempuan menjalani hidup lebih sehat dan produktif.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala PMB, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan terapi yang sesuai. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



