Sayur Besan, Kuliner Khas Betawi Sarat Filosofi yang Mulai Langka

AKURAT JAKARTA - Jika kamu pecinta wisata kuliner, kurang rasanya jika belum pernah mencicipi sajian sayur besan.
Sayur besan merupakan salah satu kuliner khas Betawi yang sarat makna dan sejarah.
Hidangan berkuah santan ini menjadi simbol kehangatan keluarga Betawi, khususnya dalam tradisi besanan atau pertemuan antara keluarga calon pengantin.
Baca Juga: Berburu Kuliner Tengah Malam? Ini 5 Tempat Wajib Coba di Jakarta Barat!
Bagi masyarakat Betawi, sayur besan lebih dari sekadar sajian yang lezat.
Hidangan ini mencerminkan filosofi masyarakat Betawi yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan penghormatan terhadap tamu.
Tidak heran, pada tahun 2014, sayur besan resmi ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Baca Juga: Jangan Ngaku Pencinta Kuliner Betawi Kalau Belum Coba Kue Ape Legendaris Ini!
Keunikan sayur besan terletak pada bahan utamanya, yaitu terubuk.
Terubuk merupakan bunga tebu liar yang bentuknya menyerupai jagung muda.
Teksturnya renyah dengan rasa manis alami, menghasilkan sensasi tersendiri ketika disantap bersama kuah santan yang kaya rempah.
Selain terubuk, hidangan ini juga dilengkapi aneka sayuran seperti kentang, wortel, buncis, hingga petai.
Agar rasanya semakin kaya, sayur besan kerap dipadukan dengan daging sapi atau sumsum tulang yang gurih.
Bagi masyarakat Betawi, kehadiran sayur besan bukan sekadar pelengkap meja makan, tetapi juga sarat makna dalam tradisi mereka.
Hidangan ini biasa disuguhkan oleh keluarga mempelai pria kepada keluarga mempelai wanita sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan sukacita atas pernikahan yang akan berlangsung.
Filosofi tersebut tercermin dalam racikan bumbu yang harmonis, menyimbolkan harapan akan terjalinnya hubungan keluarga yang rukun dan harmonis.
Sayangnya, di tengah gempuran kuliner modern, keberadaan sayur besan semakin sulit ditemukan.
Baca Juga: YUK BERBURU KULINER JAKARTA! Simak 3 Rekomendasi Wisata Kuliner Murah di Jalan Sabang Jakarta
Salah satu penyebabnya adalah langkanya terubuk di pasaran.
Generasi muda Betawi pun banyak yang mulai asing dengan masakan ini.
Meski demikian, sejumlah upaya pelestarian tetap dilakukan oleh komunitas budaya dan pelaku kuliner Betawi.
Baca Juga: Mencicipi Gabus Pucung, Rawon Versi Betawi yang Hampir Punah
Kawasan Setu Babakan dan Condet menjadi beberapa tempat di Jakarta yang masih mempertahankan tradisi memasak dan menyajikan sayur besan.
Sayur besan bukan sekadar menu makanan, melainkan representasi budaya dan identitas masyarakat Betawi.
Melestarikan sayur besan berarti menjaga warisan sejarah, rasa, dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Elche vs Real Betis di La Liga, 8 November 2026: Mampukah Los Franjiverdes Menghentikan Dominasi Tim Tamu?
- 2Prediksi Skor Brighton vs Brentford di Premier League, 8 November 2026: Misi The Seagulls Pertahankan Rekor Kandang
- 3Prediksi Skor Ipswich Town vs Bournemouth di Premier League, 8 November 2026: Mampukah The Tractor Boys Menghentikan Tren Positif The Cherries?
- 4Prediksi Skor Rennes vs LOSC Lille di Ligue 1, 8 November 2026: Misi Mengakhiri Kutukan Tujuh Tahun di Roazhon Park
- 5Golkar DKI Komitmen Tegak Lurus Dukung Bahlil Lahadalia, Tepis Isu Munaslub
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Atalanta di Serie A, 8 November 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Terpuruk
- 7Prediksi Skor Napoli vs Lazio di Serie A, 8 November 2026: Mampukah Biancocelesti Perpanjang Tren Kemenangan?
- 8Prediksi Skor Genoa vs AC Milan di Serie A, 8 November 2026: Momentum Positif Grifone Diuji Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

