Jakarta

Rahasia Rezeki Makin Deras ala Ustadz Adi Hidayat, Banyak Orang Belum Tahu Cara Ini!

Menggi Febrianti | 9 Juli 2025, 21:41 WIB
Rahasia Rezeki Makin Deras ala Ustadz Adi Hidayat, Banyak Orang Belum Tahu Cara Ini!

AKURAT JAKARTA - Kita semua tahu rasanya. Berjuang keras setiap hari, menguras tenaga dan pikiran demi mencapai tujuan finansial dan karier. Terkadang, meski sudah berusaha sekuat tenaga, aliran rezeki terasa mandek atau bahkan tak sesuai harapan. Khususnya bagi kita yang berada di rentang usia produktif 18-40 tahun, tantangan ekonomi dan persaingan hidup bisa terasa sangat berat.

Banyak yang meyakini bahwa rezeki hanya tentang seberapa banyak kita bekerja, atau seberapa cerdas kita berinvestasi. Namun, ada sebuah "rahasia" yang jauh lebih mendasar, sering terlupakan, tapi memiliki kekuatan dahsyat untuk menarik kelimpahan dan keberkahan dalam hidup kita. 

Ustadz Adi Hidayat, melalui ceramahnya di channel YouTube Adi Hidayat Official, membongkar kunci rezeki ini merupakan sebuah prinsip yang telah termaktub jelas dalam Al-Qur'an dan sangat relevan untuk diaplikasikan di tengah kehidupan modern. Siapkah Anda mengetahui cara ini dan merasakan perubahan dalam hidup Anda?

Baca Juga: Cara Mengelola Uang Dari Timothy Ronald Agar Jadi Sumber Kekayaan, Bukan Sekadar Alat untuk Mengejar Hidup

Bukan Sekadar Materi, Ini Soal Keberkahan Hidup yang Lebih Dalam

Ustadz Adi Hidayat membuka wawasan kita tentang sebuah rumus kilat untuk melipatgandakan rezeki: "Lainsyakartum Laazidannakum". Ayat Al-Qur'an ini, yang artinya "Jika kalian bersyukur, pasti Aku tambahkan nikmat untuk kalian," bukan sekadar janji biasa. 

Ada penekanan yang kuat di baliknya. Huruf "La" (Lam Harfu Taukid) hadir untuk menegaskan keseriusan janji Allah ini. Lalu, "In" (Harfu Syarat) mengingatkan kita bahwa ada tindakan yang perlu dilakukan agar janji itu terwujud. Tindakan itu adalah "Syakartum", yaitu bersyukur. Dan hasilnya? "Laazidannakum", Allah akan terus menambah nikmat bagi hamba-Nya yang pandai bersyukur.

Menariknya, "nikmat" di sini tidak terbatas pada materi semata. Di tengah gaya hidup konsumtif dan persaingan tanpa henti di media sosial, kita seringkali terpaku pada harta dan pencapaian duniawi. Padahal, rezeki yang sesungguhnya jauh lebih luas. 

Ia bisa berupa ketenangan hati di tengah tekanan, kesehatan yang prima untuk menikmati hidup, hubungan yang harmonis dengan keluarga dan sahabat, atau bahkan keturunan yang saleh dan salihah. 

Ustadz Adi Hidayat memberikan contoh, jika kita bersyukur atas ketenangan yang kita miliki, Allah akan melipatgandakan ketenangan itu. Keberkahan ini bahkan bisa terus berlanjut hingga kehidupan setelah kematian, dengan janji surga yang penuh kenikmatan abadi.

Mengapa Bersyukur Terasa Sulit di Era Sekarang?

Di zaman yang serba instan dan penuh pamer ini, rasa syukur seringkali tergerus oleh keinginan yang tak ada habisnya. Melihat linimasa media sosial dipenuhi pencapaian orang lain bisa memicu rasa iri dan kurang puas dengan apa yang kita miliki. 

Inilah tantangan nyata bagi generasi 18-40 tahun. Kita dituntut untuk terus berlari, mengejar validasi, dan seringkali lupa untuk melihat ke belakang dan menghargai setiap hal baik yang sudah ada dalam hidup kita.

Padahal, dengan melatih diri untuk bersyukur dalam setiap situasi, kita sedang mengaktifkan "magnet" rezeki. Ketika hati kita dipenuhi rasa terima kasih, energi positif akan terpancar dan menarik lebih banyak hal positif ke dalam hidup kita. Ini bukan hanya teori, tapi sebuah prinsip spiritual yang mendalam. 

Ketika kita fokus pada apa yang sudah kita miliki, alih-alih terus meratapi apa yang belum, pikiran dan hati kita menjadi lebih tenang, dan ide-ide kreatif untuk meraih rezeki yang lebih baik pun akan bermunculan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tren! Timothy Ronald Ungkap 5 Industri Masa Depan yang Bisa Mengubah Hidupmu Jadi Lebih Kaya, Simak Disini

Langkah Sederhana, Dampak Luar Biasa

Lantas, bagaimana cara mempraktikkan syukur ini dalam kehidupan sehari-hari? Mulailah dari hal-hal kecil. Ucapkan terima kasih atas kesehatan yang Anda miliki di pagi hari, syukuri pekerjaan meskipun mungkin ada tantangannya, hargai setiap interaksi positif dengan orang lain. 

Cobalah membuat jurnal syukur setiap malam sebelum tidur, menuliskan minimal tiga hal yang Anda syukuri hari ini. Kegiatan sederhana ini akan melatih otak kita untuk lebih fokus pada hal-hal positif dan membangun kebiasaan bersyukur.

Ingatlah, bersyukur bukan berarti berhenti berusaha. Justru sebaliknya, dengan hati yang penuh syukur, kita akan memiliki motivasi yang lebih kuat dan pikiran yang lebih jernih dalam menjalani ikhtiar. Janji Allah jelas: Ia akan terus menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur. 

Jadi, mari kita mulai hari ini dengan menata hati, mengucapkan syukur atas segala yang telah diberikan, dan bersiaplah untuk menyaksikan aliran rezeki yang semakin deras dan penuh berkah dalam hidup kita. Ini bukan hanya sekadar harapan, tapi sebuah kepastian dari Sang Maha Pemberi Rezeki.**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
M
Editor
M. Rafix