Jakarta

Rahasia di Balik Gas Air Mata: Fakta Mengejutkan dan Cara Darurat Menghadapinya

Zainal Abidin | 30 Agustus 2025, 20:08 WIB
Rahasia di Balik Gas Air Mata: Fakta Mengejutkan dan Cara Darurat Menghadapinya

AKURAT JAKARTA - Gas air mata sering muncul dalam aksi demonstrasi sebagai senjata pengendali massa.

Penggunaan gas air mata menimbulkan banyak pertanyaan, terutama karena dampaknya yang cukup serius pada kesehatan.

Gas air mata dapat memicu mata perih, sesak napas, hingga sensasi tercekik.

Baca Juga: Berikut 10 Tempat Sarapan Legendaris di Jakarta Pusat, Bubur Ayam, Soto hingga Ketan Susu

Karena itu, penting bagimu untuk memahami apa sebenarnya gas ini, bagaimana efeknya, dan cara mengatasinya bila terpapar.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gas air mata sejatinya bukan gas murni.

Zat ini berupa bubuk kimia yang disebarkan ke udara melalui semprotan.

Baca Juga: Konser Tunggal Andien Bertajuk Suarasmara Digelar November, Simak Informasi Lengkapnya di Sini

Senyawa yang paling umum digunakan adalah chloroacetophenone (CN) dan chlorobenzylidenemalononitrile (CS).

Paparannya mirip dengan semprotan merica, tetapi bisa lebih berbahaya, apalagi di ruang tertutup.

Dampak jangka panjang bahkan bisa berupa glaukoma hingga gagal napas.

Baca Juga: Rahasia Tulang Kuat, Inilah 5 Ikan Tinggi Kalsium yang Wajib Dicoba

Meski sudah tergolong zat berbahaya menurut Chemical Weapons Convention 1993, penggunaan gas air mata terhadap warga sipil masih dilegalkan di banyak negara.

Hal ini membuat banyak orang mencari cara darurat untuk melindungi diri.

Sayangnya, tidak semua metode yang beredar benar, misalnya mengoleskan pasta gigi, yang justru memperparah iritasi kulit.

Baca Juga: Efek Gas Air Mata pada Tubuh, dari Iritasi hingga Risiko Fatal

Berdasarkan Street Medic Guide, ada langkah darurat yang lebih tepat untuk mengurangi dampak gas air mata.

Mulai dari tetap tenang dan segera menjauh dari sumber paparan, membilas wajah dengan larutan netralisasi, hingga mengganti pakaian terkontaminasi.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan pencegahan dengan mempersiapkan perlengkapan seperti kacamata pelindung, masker, dan helm sederhana sebelum turun ke jalan.

Baca Juga: Tips Praktis Redakan Stres karena Media Sosial

Kesadaran dan persiapan diri menjadi kunci utama agar kamu bisa tetap aman.

Dengan memahami fakta dan langkah darurat ini, kamu bisa lebih siap menghadapi situasi yang penuh risiko seperti paparan gas air mata. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.