Ketidakseimbangan Omega-3 Bisa Jadi Pemicu Wanita Rentan Terkena Alzheimer

AKURAT JAKARTA - Perempuan lebih berisiko terkena penyakit Alzheimer, sebuah gangguan degeneratif yang menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak dan memengaruhi kemampuan berpikir, daya ingat, serta perilaku.
Para peneliti mengungkap bahwa salah satu penyebab utama risiko lebih tinggi pada perempuan adalah kadar asam lemak omega-3 yang lebih rendah dibandingkan pria.
Penyakit Alzheimer terjadi akibat penumpukan plak dan protein abnormal di otak yang mengganggu komunikasi antar-neuron.
Hal ini menyebabkan kemunduran fungsi otak secara bertahap, termasuk kesulitan fokus, kebingungan, hingga perubahan perilaku.
Dalam beberapa penelitian, kadar asam dokosaheksaenoat (DHA) — salah satu jenis omega-3 — ditemukan sangat rendah pada perempuan dengan Alzheimer.
Sebuah studi dari Inggris memperkuat temuan ini.
Baca Juga: Kopi Geisha dari Dubai Pecahkan Rekor Dunia dengan Harga Rp11 Juta per Cangkir
Para ilmuwan menemukan bahwa kadar asam lemak tak jenuh seperti DHA lebih rendah secara signifikan pada wanita penderita Alzheimer dibandingkan mereka yang memiliki fungsi kognitif normal.
Sementara itu, perbedaan serupa tidak ditemukan pada pria, yang berarti omega-3 berperan lebih besar bagi kesehatan otak perempuan.
Menurut para ahli, asupan omega-3 yang cukup dapat membantu memperlambat penurunan fungsi otak dan mencegah munculnya gejala demensia.
Baca Juga: Mau Jual Emas? Cek Dulu Harga Buyback Antam Hari Ini, Ada Penurunan Signifikan
Omega-3, terutama DHA, berfungsi melindungi sel otak dari peradangan, memperbaiki sirkulasi darah, dan menjaga kestabilan membran sel.
Karena tubuh tidak dapat memproduksinya dalam jumlah cukup, kamu perlu mendapatkannya dari makanan seperti salmon, sarden, makarel, kenari, chia seed, dan minyak zaitun.
Faktor lain seperti perubahan hormonal saat menopause, stres, serta predisposisi genetik juga meningkatkan risiko perempuan terhadap Alzheimer.
Baca Juga: Raisa Resmi Gugat Cerai Hamish Daud, Sidang Perdana Dijadwalkan Awal November
Karena itu, menjaga pola makan sehat dan mempertahankan kadar omega-3 dalam tubuh menjadi langkah penting dalam melindungi otak dari penyakit degeneratif ini.
Dengan memahami hubungan antara omega-3 dan kesehatan otak, kamu dapat melakukan pencegahan lebih awal agar fungsi kognitif tetap optimal hingga usia lanjut. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








