Rahasia Mengapa Kereta Tak Butuh Sabuk Pengaman, Ini Fakta Di Baliknya yang Jarang Diketahui

AKURAT JAKARTA - Bagi kamu yang sering bepergian menggunakan berbagai moda transportasi, penggunaan sabuk pengaman mungkin sudah menjadi hal yang sepenuhnya wajar.
Saat naik mobil, bus, atau pesawat, sabuk pengaman adalah perlindungan dasar yang selalu dianjurkan untuk keselamatan kamu.
Namun, berbeda dengan kereta api.
Baca Juga: Healing Murah Meriah: Tujuh Taman Jakarta Utara yang Wajib Kamu Datangi
Meskipun kereta merupakan moda transportasi massal yang mampu membawa ribuan orang setiap hari, tidak satu pun kursi di dalamnya dilengkapi sabuk pengaman.
Lalu, apa sebenarnya alasannya?
Dilansir Reader Digest, pakar keselamatan transportasi sekaligus mantan penyelidik keselamatan di National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat, Thomas Barth, menjelaskan bahwa kereta memang tidak memerlukannya.
Baca Juga: Rahasia Kemang Raya: Kehidupan Kota, Kuliner Malam, dan Kreativitas Tanpa Henti
Faktor utamanya adalah tingkat kecelakaan kereta yang tergolong sangat rendah dibanding kendaraan darat atau udara.
Data Federal Railroad Administration mencatat bahwa sepanjang 2024 terdapat sekitar 2.261 insiden di perlintasan rel dengan 262 korban jiwa.
Angka ini jauh lebih kecil dari kecelakaan lalu lintas yang mencapai lebih dari 39.000 korban jiwa di tahun yang sama.
Baca Juga: Makanan Penting yang Harus Dikonsumsi Wanita untuk Kendalikan Mood dan Energi
Barth juga menjelaskan bahwa mekanisme benturan pada kereta berbeda dengan kendaraan lain.
Mobil yang menabrak benda keras akan langsung berhenti dan menghasilkan gaya benturan besar.
Sebaliknya, kereta memiliki massa raksasa yang membuatnya melambat lebih perlahan, sehingga gaya benturannya jauh lebih kecil.
Hanya tabrakan ekstrem seperti dua kereta yang bertumbukan langsung yang bisa menghasilkan kekuatan besar, dan kejadian itu pun sangat jarang.
Karena itulah, fokus keselamatan kereta bukan pada sabuk pengaman, melainkan pada teknologi pencegahan tabrakan seperti Positive Train Control (PTC).
Selain itu, penerapan sabuk pengaman justru menimbulkan masalah baru seperti biaya desain ulang, kursi yang lebih kaku, hingga berkurangnya kapasitas penumpang.
Baca Juga: Rahasia Sarapan Sehat Usia 40 Tahunan, Hindari Lima Kesalahan Fatal Ini
Regulasi juga sudah memastikan interior kereta cukup aman tanpa sabuk pengaman, seperti yang tercantum dalam Title 49 CFR Part 238.233.
“Tidak ada moda transportasi yang benar-benar 100 persen aman,” ujar Barth.
“Tapi desain dan regulasi yang diterapkan sudah menurunkan risiko ke level yang bisa diterima dan untuk kereta, level itu tidak membutuhkan sabuk pengaman,” pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



