Jakarta

Rahasia Mengapa Kereta Tak Butuh Sabuk Pengaman, Ini Fakta Di Baliknya yang Jarang Diketahui

Zainal Abidin | 22 November 2025, 19:24 WIB
Rahasia Mengapa Kereta Tak Butuh Sabuk Pengaman, Ini Fakta Di Baliknya yang Jarang Diketahui

AKURAT JAKARTA - Bagi kamu yang sering bepergian menggunakan berbagai moda transportasi, penggunaan sabuk pengaman mungkin sudah menjadi hal yang sepenuhnya wajar.

Saat naik mobil, bus, atau pesawat, sabuk pengaman adalah perlindungan dasar yang selalu dianjurkan untuk keselamatan kamu.

Namun, berbeda dengan kereta api.

Baca Juga: Healing Murah Meriah: Tujuh Taman Jakarta Utara yang Wajib Kamu Datangi

Meskipun kereta merupakan moda transportasi massal yang mampu membawa ribuan orang setiap hari, tidak satu pun kursi di dalamnya dilengkapi sabuk pengaman.

Lalu, apa sebenarnya alasannya?

Dilansir Reader Digest, pakar keselamatan transportasi sekaligus mantan penyelidik keselamatan di National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat, Thomas Barth, menjelaskan bahwa kereta memang tidak memerlukannya.

Baca Juga: Rahasia Kemang Raya: Kehidupan Kota, Kuliner Malam, dan Kreativitas Tanpa Henti

Faktor utamanya adalah tingkat kecelakaan kereta yang tergolong sangat rendah dibanding kendaraan darat atau udara.

Data Federal Railroad Administration mencatat bahwa sepanjang 2024 terdapat sekitar 2.261 insiden di perlintasan rel dengan 262 korban jiwa.

Angka ini jauh lebih kecil dari kecelakaan lalu lintas yang mencapai lebih dari 39.000 korban jiwa di tahun yang sama.

Baca Juga: Makanan Penting yang Harus Dikonsumsi Wanita untuk Kendalikan Mood dan Energi

Barth juga menjelaskan bahwa mekanisme benturan pada kereta berbeda dengan kendaraan lain.

Mobil yang menabrak benda keras akan langsung berhenti dan menghasilkan gaya benturan besar.

Sebaliknya, kereta memiliki massa raksasa yang membuatnya melambat lebih perlahan, sehingga gaya benturannya jauh lebih kecil.

Baca Juga: Festival Angklung Dunia 2025 Digelar di Kota Tua pada Minggu 23 November Besok, Berikut Rangkaian Acaranya

Hanya tabrakan ekstrem seperti dua kereta yang bertumbukan langsung yang bisa menghasilkan kekuatan besar, dan kejadian itu pun sangat jarang.

Karena itulah, fokus keselamatan kereta bukan pada sabuk pengaman, melainkan pada teknologi pencegahan tabrakan seperti Positive Train Control (PTC).

Selain itu, penerapan sabuk pengaman justru menimbulkan masalah baru seperti biaya desain ulang, kursi yang lebih kaku, hingga berkurangnya kapasitas penumpang.

Baca Juga: Rahasia Sarapan Sehat Usia 40 Tahunan, Hindari Lima Kesalahan Fatal Ini

Regulasi juga sudah memastikan interior kereta cukup aman tanpa sabuk pengaman, seperti yang tercantum dalam Title 49 CFR Part 238.233.

“Tidak ada moda transportasi yang benar-benar 100 persen aman,” ujar Barth.

“Tapi desain dan regulasi yang diterapkan sudah menurunkan risiko ke level yang bisa diterima dan untuk kereta, level itu tidak membutuhkan sabuk pengaman,” pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.