Jakarta

Rahasia Sarapan Sehat Usia 40 Tahunan, Hindari Lima Kesalahan Fatal Ini

Anggerhana Denni Rahmawati | 22 November 2025, 18:45 WIB
Rahasia Sarapan Sehat Usia 40 Tahunan, Hindari Lima Kesalahan Fatal Ini

AKURAT JAKARTA - Kesalahan sarapan setelah usia 40 tahun sering kali tidak disadari.

Padahal, kebiasaan kecil di pagi hari dapat memengaruhi berat badan dan kesehatanmu secara signifikan.

Dalam beberapa kasus, kesalahan sarapan setelah 40 tahun justru menjadi penyebab utama tubuh mudah mengalami kenaikan berat badan.

Baca Juga: Festival Angklung Dunia 2025 Digelar di Kota Tua pada Minggu 23 November Besok, Berikut Rangkaian Acaranya

Kamu mungkin merasa telah makan dengan benar, namun ada sejumlah kebiasaan yang diam-diam menghambat metabolisme dan membuat energi cepat menurun.

Banyak ahli gizi menegaskan bahwa kesalahan sarapan setelah 40 tahun harus diperhatikan karena pada usia ini metabolisme mulai melambat secara alami.

Tubuh tak lagi mampu memproses makanan berkalori tinggi dengan kecepatan seperti saat usia 20 atau 30-an.

Baca Juga: Makanan Penting yang Harus Dikonsumsi Wanita untuk Kendalikan Mood dan Energi

Oleh karena itu, setiap komposisi makanan di piring sarapanmu benar-benar menentukan keseimbangan energi sepanjang hari.

Kesadaran akan pentingnya sarapan memang tinggi, namun kesalahan sarapan setelah 40 tahun tetap kerap terjadi.

Mulai dari porsi yang berlebihan, terlalu banyak gula, hingga kurangnya serat, semuanya bisa memicu rasa lapar lebih cepat dan menyebabkan penambahan berat badan.

Baca Juga: Rahasia Kemang Raya: Kehidupan Kota, Kuliner Malam, dan Kreativitas Tanpa Henti

Ahli gizi Sarah Garone pun mengingatkan bahwa seseorang tidak lagi bisa “makan sembarangan” setelah memasuki usia ini.

Garone menyebutkan beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan.

1. Mengabaikan kontrol porsi

Baca Juga: Healing Murah Meriah: Tujuh Taman Jakarta Utara yang Wajib Kamu Datangi

Ketika metabolisme melambat, ukuran porsi perlu disesuaikan agar energi tidak berlebih dan mudah disimpan menjadi lemak.

2. Konsumsi gula tambahan terlalu banyak

Misalnya saja dari sereal manis dan pastri yang membuatmu cepat lapar kembali.

Baca Juga: PIK2 Kembali Kejutkan Publik, Hotel Crowne Plaza Jakarta Siap Berdiri di Tepi Pantai

3. Kurangnya asupan protein di pagi hari

Protein berperan besar dalam memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengendalikan ngidam dan makan berlebih.

4. Sarapan rendah serat

Baca Juga: Ternyata Begini Cara Menjaga Tekanan Darah Normal Tanpa Ribet!

Seperti diketahui, serat membantu memperlambat pencernaan dan menjaga gula darah tetap stabil.

5. Melewatkan sarapan

Banyak orang meninggalkan sarapan dengan alasan ingin menurunkan berat badan.

Baca Juga: Ternyata Tidur dengan Cahaya Remang-Remang Bisa Merusak Ritme Tubuh Kamu

Padahal, penelitian terbaru menunjukkan melewatkan sarapan justru mengacaukan metabolisme dan meningkatkan risiko obesitas.

Kuncinya bukan melewatkan sarapan, tetapi memilih menu yang tepat: seimbang antara serat, protein, dan lemak sehat. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.