Jakarta

5 Makanan Pemicu Kerusakan Ginjal, Nomor Tiga Paling Sering Dikonsumsi

Zainal Abidin | 24 November 2025, 12:30 WIB
5 Makanan Pemicu Kerusakan Ginjal, Nomor Tiga Paling Sering Dikonsumsi

AKURAT JAKARTA - Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring darah, membuang sisa metabolisme, hingga menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit dalam tubuh.

Namun pola makan yang tidak sehat dapat membuat ginjal kamu bekerja lebih keras dan mengalami gangguan dalam jangka panjang.

Meski Penyakit Ginjal Kronis (PGK) tidak bisa disembuhkan, kondisi ini bisa dikendalikan dengan pola konsumsi yang tepat.

Baca Juga: Dapur Aman Dimulai dari Spatula, Tips Penting Agar Kamu Tak Salah Pilih

Beberapa jenis makanan ternyata dapat meningkatkan tekanan darah, membebani organ penyaring, bahkan memicu penumpukan limbah berbahaya.

1. Keripik dan Chiki

Camilan kemasan seperti keripik dan chiki termasuk makanan ultra-olahan yang kaya garam, lemak tidak sehat, dan bahan tambahan.

Baca Juga: Daftar Destinasi 2026 yang Mengejutkan Berdasarkan Data Pemesanan Dunia

Penelitian tahun 2022 menemukan bahwa konsumsi UPF dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal hingga 24%.

Kandungan natriumnya memaksa ginjal bekerja ekstra dan mempercepat kerusakan pembuluh darah.

Kamu jauh lebih aman jika mengutamakan makanan utuh dan segar.

Baca Juga: Lima Buah Ajaib untuk Kendalikan Asam Urat Secara Alami

2. Sosis

Daging merah dan produk olahan seperti sosis, bacon, atau daging asap memuat lemak jenuh serta protein hewani yang sulit diproses ginjal.

Studi skala besar menunjukkan bahwa konsumsi protein hewani tinggi meningkatkan risiko PGK dan gagal ginjal.

Baca Juga: Ternyata Ini Spot Instagramable Terbaik di Penang, Bikin Foto Kamu Makin Aesthetic

Menggantinya dengan protein nabati seperti kacang-kacangan atau lentil akan lebih menyehatkan.

3. Makanan Tinggi Garam

Makanan asin memaksa ginjal menahan lebih banyak cairan dan memicu tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Jangan Lupa! Malam Ini Lampung Fest 2025 Menghadirkan Konser Peewee Gaskins dan Besok Guyon Waton di PKOR Way Halim, Gratis!

Laporan CDC menyebutkan bahwa 75% asupan garam masyarakat AS berasal dari makanan olahan, bukan garam dapur.

Mengurangi garam tersembunyi bisa membantu mencegah kerusakan ginjal progresif.

4. Soda dan Minuman Manis

Baca Juga: Langka, Dua Bunga Rafflesia Arnoldii Mekar Serempak di Rejang Lebong

Rutin minum soda—baik dengan gula maupun pemanis buatan—dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal.

Kandungan fosfat, gula, dan sifat asam minuman ini juga meningkatkan risiko batu ginjal.

Mengganti minuman manis dengan air putih atau teh herbal adalah pilihan terbaik untuk jangka panjang.

Baca Juga: Bikin Tubuh Lebih Enteng, Berikut ini Daftar 9 Buah untuk Jaga Kebersihan Usus

5. Makanan Tinggi Fosfor

Keju oles, daging olahan, makanan panggang, atau soda sering mengandung aditif fosfor.

Jika dikonsumsi terus-menerus, fosfor berlebih bisa menimbulkan gangguan mineral, kerusakan tulang, dan menurunkan fungsi ginjal.

Baca Juga: Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Mencuci Beras di Panci Rice Cooker, Kamu Wajib Tahu

Para peneliti menyarankan kamu selalu memeriksa label makanan terutama jika sudah memiliki risiko PGK. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.