Jakarta

Sebelum Kamu Minum Lagi, Baca Fakta Penting tentang Gula dalam Minuman Kemasan

Zainal Abidin | 28 November 2025, 17:00 WIB
Sebelum Kamu Minum Lagi, Baca Fakta Penting tentang Gula dalam Minuman Kemasan

AKURAT JAKARTA - Minuman manis kemasan semakin populer dan menjadi pilihan cepat ketika kamu butuh pelepas dahaga, apalagi saat cuaca panas yang membuat tubuh ingin sesuatu yang segar.

Popularitas minuman manis kemasan terus meningkat, dan tak sedikit orang membeli tanpa berpikir panjang karena kemasan menarik dan rasa manis yang langsung memuaskan.

Namun, maraknya konsumsi minuman manis kemasan ini seringkali tidak sejalan dengan kesadaran akan risiko kesehatan yang mungkin kamu hadapi jika mengonsumsinya tanpa batas.

Baca Juga: Konser Kahitna di Alun-Alun Tuban pada 8 Desember 2025, Meriahkan Malam Resepsi Hari Jadi ke-732 Kabupaten Tuban, Gratis!

Dalam beberapa tahun terakhir, kebiasaan minum minuman bergula tinggi menjadi perhatian para ahli kesehatan.

Mereka mengingatkan, kamu harus lebih bijak sebelum memilih minuman apa pun yang menawarkan sensasi menyegarkan.

Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini ternyata bisa menumpuk dampak buruk dalam jangka panjang.

Baca Juga: JakJazz 2025 Kembali Bergema 20 Desember Nanti dengan Konsep dan Energi Baru

Karena itu, memahami kandungan gula serta istilah yang digunakan produsen menjadi kunci agar kamu tidak salah pilih.

Hal pertama yang wajib kamu lakukan adalah memeriksa label nutrisi pada kemasan.

Banyak minuman mengandung 20–40 gram gula per botol, bahkan ada yang lebih tinggi dari itu.

Baca Juga: Resmi Dirilis! Lineup JakJazz 2025 Penuh Kejutan Musisi Lintas Generasi

Angka tersebut sudah mendekati atau bahkan melampaui batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan WHO, yaitu maksimal 50 gram per hari.

Dengan kata lain, hanya dari satu botol minuman, kamu bisa memenuhi hampir seluruh jatah gula harianmu.

Selain itu, kamu juga perlu menyadari bahwa gula tidak selalu ditulis sebagai “gula”.

Baca Juga: Siap-Siap! Big Bang Festival 2025 Janjikan Diskon Gila dan Konser Seru

Produsen menggunakan beragam istilah seperti fruktosa, glukosa, sukrosa, dekstrosa, maltosa, hingga sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS).

Bila beberapa istilah itu muncul bersamaan pada satu produk, bisa dipastikan minuman tersebut memiliki kandungan gula yang sangat tinggi.

Tak jarang, kamu juga akan menemukan klaim “rendah gula”, “0% gula”, atau “tanpa gula tambahan”.

Baca Juga: Rekomendasi Restoran Fine Dining di Jakarta Selatan untuk Dinner Romantis Bersama Orang Terkasih

Meski tampak meyakinkan, bukan berarti minuman itu benar-benar bebas pemanis.

Banyak di antaranya menggunakan pemanis buatan seperti aspartam atau sukralosa.

Walau rendah kalori, pemanis buatan tetap perlu dikonsumsi dengan bijak dan tidak dianjurkan dalam penggunaan jangka panjang.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Akhir Tahun Anti-Ramai yang Cocok untuk Kamu dan Anak

Yang paling penting, konsumsi gula berlebih dari minuman manis dapat memicu berbagai penyakit serius seperti diabetes tipe 2, obesitas, gangguan jantung, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga kerusakan gigi.

Para ahli menyebutkan bahwa minuman manis adalah penyumbang terbesar gula harian karena tidak memberikan rasa kenyang, sehingga kamu minum lebih banyak tanpa sadar.

Dengan memahami empat poin penting ini, kamu bisa lebih bijak dalam memilih minuman dan menjaga kesehatan di masa depan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.