Jakarta

Menkes Minta Warga Tak Panik Hadapi 'Superflu' H3N2

Titania Isnaenin | 2 Januari 2026, 20:22 WIB
Menkes Minta Warga Tak Panik Hadapi 'Superflu' H3N2

 

AKURAT JAKARTA – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan pernyataan penenang terkait munculnya isu varian influenza A (H3N2) subclade K atau yang kerap dijuluki sebagai superflu.

Menkes memastikan bahwa virus ini bukanlah ancaman baru yang mematikan layaknya pandemi COVID-19 atau Tuberkulosis (TBC).

"Jadi tidak perlu khawatir ini mematikan seperti COVID-19. Tidak. Ini adalah flu biasa, Influenza H3N2," tegas Budi saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/1).

Menurut Menkes, H3N2 merupakan varian flu yang sudah lama ada dan bersifat berulang.

Di negara-negara dengan empat musim, grafik kasus virus ini biasanya melonjak saat musim dingin tiba.

Namun, untuk wilayah tropis seperti Indonesia, kenaikan kasus cenderung tidak signifikan.

Budi juga menjelaskan bahwa di luar negeri, masyarakat rutin menerima vaksin influenza setiap tahun sebagai langkah pencegahan.

Meski di Indonesia risiko keparahan tergolong rendah, Menkes tetap mengimbau masyarakat untuk memperkuat benteng pertahanan tubuh melalui pola hidup sehat.

"Jika sistem imun kita bagus, tubuh kita bisa mengatasinya sendiri. Karunia Tuhan ini luar biasa, sudah ada 'tentara' alami yang melawan virus-virus itu," tambahnya.

Senada dengan Menkes, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Widyawati memastikan bahwa vaksin flu yang tersedia saat ini masih sangat efektif untuk menekan risiko sakit berat hingga kematian akibat subklade K.

Adapun berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), subklade K tidak menunjukkan indikasi gejala yang lebih parah dibandingkan varian influenza lainnya.

Gejala klinis yang muncul tetap serupa dengan flu musiman, meliputi:

- Demam tinggi

- Batuk dan pilek

- Sakit kepala

- Nyeri tenggorokan

Hingga penghujung Desember 2025, Kemenkes mencatat total terdapat 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi.

Sebaran kasus terbanyak dilaporkan berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.