Jakarta

Waspada Bahaya Air Saat Badai Petir, Ancaman Listrik yang Sering Diabaikan di Rumah

Zainal Abidin | 23 Januari 2026, 07:15 WIB
Waspada Bahaya Air Saat Badai Petir, Ancaman Listrik yang Sering Diabaikan di Rumah

AKURAT JAKARTA - Saat ini, Indonesia sedang mengalami musim hujan dan kadang disertai badai petir di beberapa daerah.

Badai petir tidak hanya membawa hujan lebat dan angin kencang, tetapi juga menyimpan risiko listrik yang sering luput dari perhatian masyarakat.

Salah satu kebiasaan yang dianggap sepele namun berbahaya adalah mencuci piring atau beraktivitas dengan air saat hujan disertai petir.

Baca Juga: Minuman Berenergi Mempunyai Dampak Buruk Bagi Kesehatan, Benarkah?

Petir memiliki tegangan listrik yang sangat tinggi dan dapat merambat melalui jaringan listrik, tanah, serta sistem perpipaan rumah.

Ketika petir menyambar instalasi di sekitar rumah, arus listriknya bisa menjalar ke pipa dan keran yang terhubung dengan sumber air.

Air dikenal sebagai penghantar listrik yang baik, sehingga kontak langsung dengan air mengalir dapat meningkatkan risiko tersengat listrik.

Baca Juga: Jangan Berlebihan! Ini Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Demi Tubuh Lebih Sehat

Banyak orang mengira pipa plastik sepenuhnya aman, padahal air di dalamnya tetap dapat menghantarkan listrik berbahaya.

Selain itu, sistem perpipaan sering terhubung dengan logam lain seperti pompa air atau pemanas yang memperbesar risiko sengatan.

Aktivitas mandi saat badai petir juga termasuk berbahaya karena tubuh manusia bersentuhan langsung dengan aliran air.

Baca Juga: 7 Makanan Tinggi Protein yang Penting Menjaga Kesehatan

Risiko ini semakin tinggi jika rumah berada di area terbuka atau memiliki instalasi listrik yang kurang terlindungi.

Data keselamatan menunjukkan sebagian kasus sengatan petir terjadi di dalam rumah akibat aliran listrik tidak langsung.

Para ahli keselamatan listrik menegaskan bahwa bahaya petir tidak selalu datang dari sambaran langsung ke tubuh manusia.

Baca Juga: Vitamin D, Nutrisi Sederhana yang Menentukan Kesehatan Tulang dan Daya Tahan Tubuh

Sambaran di sekitar rumah sudah cukup untuk mengalirkan listrik melalui jalur air dan jaringan bangunan.

Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan menghentikan sementara aktivitas mencuci, mandi, dan penggunaan air mengalir saat badai.

Langkah pencegahan sederhana ini dapat mengurangi risiko cedera serius hingga kematian akibat sengatan listrik petir.

Baca Juga: Kelas! Pariwisata Indonesia Raih Puluhan Penghargaan Internasional Bergengsi

Menunggu kondisi benar-benar aman menjadi kunci utama dalam menghadapi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.

Para ahli merekomendasikan menunda penggunaan air setidaknya 30 menit setelah petir terakhir terdengar.

Waktu tunggu tersebut penting karena petir masih dapat menyambar meskipun hujan mulai reda.

Baca Juga: Menghabiskan Antibiotik Bukan Sekadar Aturan, Ini Alasan Medis di Baliknya

Selain menunda aktivitas air, mencabut peralatan listrik juga dianjurkan untuk mencegah kerusakan akibat lonjakan arus.

Edukasi mengenai bahaya petir perlu terus disampaikan agar masyarakat tidak meremehkan risiko di dalam rumah.

Kewaspadaan sederhana dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah kecelakaan yang seharusnya bisa dihindari.

Baca Juga: Gastritis: Radang Lambung yang Sering Diabaikan, Tapi Bisa Berujung Serius

Memahami cara kerja petir membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih aman saat cuaca buruk melanda.

Keselamatan keluarga seharusnya menjadi prioritas utama dibandingkan menyelesaikan pekerjaan rumah yang bisa ditunda.

Dengan sikap waspada dan informasi yang benar, risiko bahaya petir dapat ditekan secara signifikan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.