Jakarta

Minuman Berenergi Mempunyai Dampak Buruk Bagi Kesehatan, Benarkah?

Zainal Abidin | 20 Januari 2026, 15:00 WIB
Minuman Berenergi Mempunyai Dampak Buruk Bagi Kesehatan, Benarkah?

AKURAT JAKARTA - Minuman berenergi kini mudah ditemukan dan sering dianggap solusi cepat untuk mengusir lelah saat bekerja, belajar, atau begadang hingga larut malam.

Produk ini umumnya mengandung kafein, gula, taurin, vitamin, serta ekstrak herbal seperti ginseng dan guarana yang bersifat stimulan.

Kombinasi bahan tersebut memang dapat memberi dorongan energi sementara, meningkatkan fokus, dan membuat tubuh terasa lebih waspada.

Baca Juga: Pantai Tanjung Gundul Banggai, Pesona Sunyi Sulawesi yang Eksotik

Namun di balik manfaat sesaat itu, terdapat risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian konsumen berbagai usia.

Kafein dalam kadar sedang sebenarnya aman bagi orang sehat, tetapi dosis tinggi dapat memicu jantung berdebar dan gelisah.

Gula tambahan yang tinggi juga berkontribusi pada lonjakan energi singkat, lalu diikuti rasa lelah yang lebih berat.

Baca Juga: Durian, Buah Tropis Kontroversial yang Menyimpan Beragam Manfaat Kesehatan

Bila dikonsumsi berlebihan, minuman berenergi dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani kerja jantung secara perlahan.

Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi kafein tinggi dengan gangguan irama jantung seperti palpitasi dan aritmia tertentu.

Risiko ini dapat meningkat saat minuman berenergi dikonsumsi sebelum atau saat aktivitas fisik yang berat.

Baca Juga: Jungan Lupa! Westlife A Gala Evening in Jakarta dan Surabaya pada Awal Februari 2026, Penjualan Tiket Dimulai Rabu Besok, Segini Harganya

Pada kondisi tertentu, efek stimulan bisa memicu fibrilasi atrium, gangguan irama ventrikel, hingga gagal jantung.

Remaja dan dewasa muda sering menganggap minuman ini aman, padahal tubuh tetap memiliki batas toleransi.

Konsumsi harian tanpa kontrol dapat memperbesar risiko hipertensi serta masalah metabolik di kemudian hari.

Baca Juga: Wibu Merapat ke Mall of Indonesia! Ada JKTANIME FEST 2026, Berlangsung hingga 25 Januari, Event Anime Terbesar di Jakarta

Para ahli menilai minuman berenergi sebaiknya tidak dianggap sebagai minuman kesehatan, melainkan produk rekreasional.

Membatasi frekuensi konsumsi dan memperhatikan kandungan kafein menjadi langkah penting menjaga kesehatan jantung.

Energi terbaik tetap berasal dari istirahat cukup, pola makan seimbang, dan gaya hidup aktif yang berkelanjutan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.