Jakarta

Kulit Ayam Tak Sekadar Lemak, Ini Manfaat Kesehatannya Jika Dikonsumsi dengan Bijak

Zainal Abidin | 30 Januari 2026, 13:30 WIB
Kulit Ayam Tak Sekadar Lemak, Ini Manfaat Kesehatannya Jika Dikonsumsi dengan Bijak

AKURAT JAKARTA - Kulit ayam kerap dihindari karena dianggap sebagai sumber lemak berlebih yang dapat memicu kolesterol tinggi dan berbagai penyakit kronis.

Padahal, jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diolah dengan cara yang tepat, kulit ayam justru menyimpan sejumlah manfaat kesehatan.

Sebagian besar lemak pada kulit ayam merupakan lemak tak jenuh, terutama omega-6, yang berperan dalam menjaga keseimbangan kolesterol darah.

Baca Juga: Asyik! EXO Bakal Konser di Jakarta pada Juni 2026, Rangkaian Tour Asia Bertajuk EXO PLANET #6 – EXhOrizon

Lemak tak jenuh ini dapat membantu menurunkan kolesterol jahat atau LDL sekaligus mendukung peningkatan kolesterol baik, yaitu HDL.

Selain lemak sehat, kulit ayam juga mengandung protein yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki jaringan dan mendukung regenerasi sel.

Asupan protein yang cukup sangat penting untuk menjaga metabolisme tetap optimal, terutama bagi orang dengan aktivitas fisik tinggi.

Baca Juga: Jangan Lupa! IIMS 2026 Mulai Digelar Pekan Depan, Pameran Otomotif dan Konser Musik Selama 11 Hari, Tampilkan Iwan Fals, Tulus, Hindia hingga Dewa 19

Kulit ayam juga dikenal sebagai salah satu sumber kolagen alami yang berperan penting bagi kesehatan kulit dan kekuatan sendi.

Kolagen membantu menjaga elastisitas kulit, memperkuat rambut dan kuku, serta mendukung fungsi sendi agar tetap lentur.

Tak hanya itu, kandungan lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6 berperan penting dalam menjaga fungsi otak dan sistem saraf. 

Baca Juga: Cara Ampuh Mengusir Nyamuk Tanpa Bahan Kimia di Musim Hujan

Kedua jenis lemak ini dibutuhkan tubuh untuk mendukung kerja sel saraf dan menjaga konsentrasi serta daya ingat.

Dari sisi kuliner, kulit ayam memiliki fungsi praktis karena mampu menjaga kelembapan daging saat dimasak.

Memasak ayam dengan kulitnya membuat daging tetap lembut, tidak kering, dan terasa lebih gurih secara alami.

Baca Juga: Lebih Sehat Tanpa Obat Kimia, Ini 7 Tanaman Pengusir Nyamuk

Rasa gurih alami dari kulit ayam juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan garam berlebih dalam masakan sehari-hari.

Dengan cara ini, asupan natrium dapat ditekan tanpa harus mengorbankan cita rasa makanan.

Meski memiliki manfaat, para ahli tetap mengingatkan bahwa kulit ayam mengandung lemak jenuh yang tidak boleh dikonsumsi berlebihan.

Baca Juga: Musim Hujan Datang, Waspada Leptospirosis yang Mengintai di Balik Genangan

Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, hipertensi, dan penyakit jantung pada kelompok rentan.

Karena itu, porsi dan metode memasak menjadi kunci utama agar manfaat kulit ayam tetap optimal bagi kesehatan.

Memanggang, merebus, atau memanggang tanpa minyak berlebih lebih disarankan dibandingkan menggoreng dengan minyak terendam.

Baca Juga: Tips Naik Kereta Api Jarak Jauh Saat Musim Hujan Agar Perjalanan Tetap Aman dan Nyaman

Meniriskan lemak setelah dimasak juga membantu mengurangi kalori berlebih tanpa menghilangkan rasa gurih khas kulit ayam.

Bagi penderita kolesterol tinggi atau tekanan darah tinggi, konsumsi kulit ayam sebaiknya dibatasi dan disesuaikan kondisi tubuh.

Pada akhirnya, kulit ayam bukanlah musuh kesehatan jika dikonsumsi dengan sadar dan penuh pertimbangan.

Baca Juga: Benarkah Minum Kopi Bisa Mengecilkan Payudara? Ini Faktanya 

Menikmati kulit ayam secara bijak dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang yang tetap lezat dan menyehatkan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.