Jakarta

Generasi Z Rawan Kesehatan Mental, Ini Faktornya

Fadhil Dhuha Rizqullah | 1 September 2023, 18:33 WIB
Generasi Z Rawan Kesehatan Mental, Ini Faktornya

AKURAT.CO - Generasi Z, yang lahir antara tahun 1996 hingga 2013, adalah generasi yang unik. Mereka adalah generasi pertama yang benar-benar tumbuh bersama internet dan smartphone.

Keadaan tersebut menciptakan pengalaman dunia yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian telah tertuju pada kesehatan mental Generasi Z.

Baca Juga: Ini Perbedaan Gen Z dan Generasi Milenial

Menurut laporan yang diterbitkan oleh American Psychological Association, Gen Z adalah yang paling mungkin dari semua generasi untuk melaporkan kesehatan mental yang buruk.

Para ahli mengungkapkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan mental Generasi Z.

Salah satunya adalah tingkat stres yang intens, terutama mengingat eksposur mereka terhadap berita dan media sosial.

Baca Juga: Generasi Milenial dan Generasi Z Mendominasi Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2024

Ditambah pandemi Covid 19 yang juga telah memberikan tekanan tambahan, terutama karena masa depan yang tampak tidak pasti bagi mereka.

Selain itu, Gen Z juga merasakan beban kebutuhan sosial yang belum terpenuhi, seperti pendapatan yang cukup, pendidikan tinggi, pekerjaan yang stabil, dan lainnya.

Pandemi telah membatasi pertemuan sosial, yang berdampak signifikan pada kesehatan mental mereka.

Baca Juga: Hari Ini Denda Tilang Uji Emisi Diterapkan, Begini Cara Polisi Menindak Pelanggar

Salah satu faktor lain yang berperan adalah media sosial. Gen Z tumbuh dewasa di era media sosial, yang memungkinkan komunikasi global sehingga membawa dampak negatif.

Mereka sering terpaku pada pembaruan konstan di platform seperti Instagram dan Facebook, yang dapat memicu depresi dan kecemasan.

Namun, bukan berarti semuanya buruk. Generasi Z juga dikenal lebih terbuka tentang kesehatan mental mereka.

Baca Juga: Ini Jadwal Tilang Uji Emisi di Jakarta

Mereka sadar akan masalah ini dan berbicara terbuka tentang cara mengelola stres dan masalah psikologis. Ini bisa menjadi hasil dari kesadaran yang meningkat tentang kesehatan mental dan kampanye untuk mengurangi stigma.

Dengan berbicara secara terbuka, Generasi Z berusaha mencari solusi untuk masalah kesehatan mental mereka. Mereka tidak ingin terjebak olehnya; sebaliknya, mereka ingin mendapatkan perawatan yang tepat agar bisa mencapai potensi maksimal dalam hidup mereka.

Dalam mengatasi tantangan kesehatan mental ini, Generasi Z memiliki akses ke berbagai sumber dukungan, termasuk profesional kesehatan mental. Banyak platform online, seperti membuat janji dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.