Generasi Z Rawan Kesehatan Mental, Ini Faktornya

AKURAT.CO - Generasi Z, yang lahir antara tahun 1996 hingga 2013, adalah generasi yang unik. Mereka adalah generasi pertama yang benar-benar tumbuh bersama internet dan smartphone.
Keadaan tersebut menciptakan pengalaman dunia yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian telah tertuju pada kesehatan mental Generasi Z.
Baca Juga: Ini Perbedaan Gen Z dan Generasi Milenial
Menurut laporan yang diterbitkan oleh American Psychological Association, Gen Z adalah yang paling mungkin dari semua generasi untuk melaporkan kesehatan mental yang buruk.
Para ahli mengungkapkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan mental Generasi Z.
Salah satunya adalah tingkat stres yang intens, terutama mengingat eksposur mereka terhadap berita dan media sosial.
Baca Juga: Generasi Milenial dan Generasi Z Mendominasi Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2024
Ditambah pandemi Covid 19 yang juga telah memberikan tekanan tambahan, terutama karena masa depan yang tampak tidak pasti bagi mereka.
Selain itu, Gen Z juga merasakan beban kebutuhan sosial yang belum terpenuhi, seperti pendapatan yang cukup, pendidikan tinggi, pekerjaan yang stabil, dan lainnya.
Pandemi telah membatasi pertemuan sosial, yang berdampak signifikan pada kesehatan mental mereka.
Baca Juga: Hari Ini Denda Tilang Uji Emisi Diterapkan, Begini Cara Polisi Menindak Pelanggar
Salah satu faktor lain yang berperan adalah media sosial. Gen Z tumbuh dewasa di era media sosial, yang memungkinkan komunikasi global sehingga membawa dampak negatif.
Mereka sering terpaku pada pembaruan konstan di platform seperti Instagram dan Facebook, yang dapat memicu depresi dan kecemasan.
Namun, bukan berarti semuanya buruk. Generasi Z juga dikenal lebih terbuka tentang kesehatan mental mereka.
Baca Juga: Ini Jadwal Tilang Uji Emisi di Jakarta
Mereka sadar akan masalah ini dan berbicara terbuka tentang cara mengelola stres dan masalah psikologis. Ini bisa menjadi hasil dari kesadaran yang meningkat tentang kesehatan mental dan kampanye untuk mengurangi stigma.
Dengan berbicara secara terbuka, Generasi Z berusaha mencari solusi untuk masalah kesehatan mental mereka. Mereka tidak ingin terjebak olehnya; sebaliknya, mereka ingin mendapatkan perawatan yang tepat agar bisa mencapai potensi maksimal dalam hidup mereka.
Dalam mengatasi tantangan kesehatan mental ini, Generasi Z memiliki akses ke berbagai sumber dukungan, termasuk profesional kesehatan mental. Banyak platform online, seperti membuat janji dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 8Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





