8 Bahaya Self Harm, Risiko Bunuh Diri Hingga Stigma Negatif Sosial

AKURAT.CO - Self harm atau melukai diri sendiri dengan sengaja adalah tindakan yang sangat berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa.
Bagi generasi Z, salah satu indikasi penyakit mental ini sangat mudah terjadi, karena banyaknya tekanan dari luar ataupun eksternal.
Lantas apa saja bahaya dari self harm? Berikut penjelasannya.
1. Cedera fisik
Tindakan self-harm dapat menyebabkan cedera fisik serius, termasuk luka sayatan, memar, atau bakar. Cedera ini bisa terinfeksi dan memerlukan perawatan medis yang serius.
2. Risiko infeksi
Melukai diri sendiri dengan benda tajam atau alat lainnya dapat menyebabkan infeksi jika alat atau kulit tidak steril. Infeksi dapat mengancam jiwa jika tidak diobati.
3. Masalah kesehatan mental
Self-harm dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan mental yang lebih dalam, seperti depresi, kecemasan, gangguan makan, atau trauma. Jika masalah ini tidak diatasi, mereka bisa memburuk seiring waktu.
Baca Juga: ADA ADA AJE: Tergoda Rayuan Pria Parlente, Karena Suami Bau Adukan Semen
4. Terjebak di Siklus berbahaya
Self-harm bisa menjadi siklus berbahaya di mana seseorang merasa lebih buruk setelah melukai diri sendiri.
Hal ini dapat memperburuk masalah kesehatan mental dan merangsang perilaku self-harm yang lebih sering.
5. Penyembuhan emosional yang palsu
Self-harm bisa memberikan perasaan sebentar atau illusi sementara bahwa rasa sakit emosional sedang diatasi, tetapi ini hanya penyembuhan palsu yang tidak berkelanjutan dan tidak mengatasi akar masalah.
6. Risiko bunuh diri
Orang yang terlibat dalam self-harm memiliki risiko yang lebih tinggi untuk melakukan percobaan bunuh diri. Ini adalah tanda serius bahwa mereka membutuhkan bantuan profesional.
7. Ketergantungan
Beberapa orang dapat mengembangkan kebiasaan self-harm yang sulit untuk dihentikan. Ini dapat menjadi bentuk ketergantungan fisik dan emosional.
Baca Juga: Inspirasi Bagi Gen Z, Pasutri Milenial Sukses Usaha Cookies Rumahan
8. Stigma dan isolasi sosial
Self-harm sering kali dianggap sebagai perilaku yang merusak, dan individu yang melakukannya bisa menghadapi stigma sosial dan isolasi.
Selain itu, perasaan malu atau rasa bersalah terkait self-harm bisa menyebabkan isolasi sosial, karena seseorang mungkin merasa sulit untuk berbicara tentang masalah mereka atau mencari dukungan.
Jika kamu sedang mengalami atau kenal mengalami self-harm, sangat penting untuk mencari bantuan segera.
Berbicaralah dengan teman, jika perlu tenaga profesional kesehatan mental atau konselor untuk mendapatkan dukungan dan perawatan yang sesuai. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







