Jakarta

8 Bahaya Self Harm, Risiko Bunuh Diri Hingga Stigma Negatif Sosial

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 6 September 2023, 19:21 WIB
8 Bahaya Self Harm, Risiko Bunuh Diri Hingga Stigma Negatif Sosial

AKURAT.CO - Self harm atau melukai diri sendiri dengan sengaja adalah tindakan yang sangat berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa.

Bagi generasi Z, salah satu indikasi penyakit mental ini sangat mudah terjadi, karena banyaknya tekanan dari luar ataupun eksternal.

Lantas apa saja bahaya dari self harm? Berikut penjelasannya.

1. Cedera fisik

Tindakan self-harm dapat menyebabkan cedera fisik serius, termasuk luka sayatan, memar, atau bakar. Cedera ini bisa terinfeksi dan memerlukan perawatan medis yang serius.

2. Risiko infeksi

Melukai diri sendiri dengan benda tajam atau alat lainnya dapat menyebabkan infeksi jika alat atau kulit tidak steril. Infeksi dapat mengancam jiwa jika tidak diobati.

3. Masalah kesehatan mental

Self-harm dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan mental yang lebih dalam, seperti depresi, kecemasan, gangguan makan, atau trauma. Jika masalah ini tidak diatasi, mereka bisa memburuk seiring waktu.

Baca Juga: ADA ADA AJE: Tergoda Rayuan Pria Parlente, Karena Suami Bau Adukan Semen

4. Terjebak di Siklus berbahaya

Self-harm bisa menjadi siklus berbahaya di mana seseorang merasa lebih buruk setelah melukai diri sendiri.

Hal ini dapat memperburuk masalah kesehatan mental dan merangsang perilaku self-harm yang lebih sering.

5. Penyembuhan emosional yang palsu

Self-harm bisa memberikan perasaan sebentar atau illusi sementara bahwa rasa sakit emosional sedang diatasi, tetapi ini hanya penyembuhan palsu yang tidak berkelanjutan dan tidak mengatasi akar masalah.

6. Risiko bunuh diri

Orang yang terlibat dalam self-harm memiliki risiko yang lebih tinggi untuk melakukan percobaan bunuh diri. Ini adalah tanda serius bahwa mereka membutuhkan bantuan profesional.

7. Ketergantungan

Beberapa orang dapat mengembangkan kebiasaan self-harm yang sulit untuk dihentikan. Ini dapat menjadi bentuk ketergantungan fisik dan emosional.

Baca Juga: Inspirasi Bagi Gen Z, Pasutri Milenial Sukses Usaha Cookies Rumahan

8. Stigma dan isolasi sosial

Self-harm sering kali dianggap sebagai perilaku yang merusak, dan individu yang melakukannya bisa menghadapi stigma sosial dan isolasi.

Selain itu, perasaan malu atau rasa bersalah terkait self-harm bisa menyebabkan isolasi sosial, karena seseorang mungkin merasa sulit untuk berbicara tentang masalah mereka atau mencari dukungan.

Jika kamu sedang mengalami atau kenal mengalami self-harm, sangat penting untuk mencari bantuan segera.

Berbicaralah dengan teman, jika perlu tenaga profesional kesehatan mental atau konselor untuk mendapatkan dukungan dan perawatan yang sesuai. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.