Jakarta

Alasan Seseorang Melakukan Flexing

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 9 September 2023, 16:00 WIB
Alasan Seseorang Melakukan Flexing

AKIRAT.CO - Kata "flexing" pasti sudah sangat tidak asing lagi saat ini, terutama bagi generasi Z.

Kata itu sering dikaitkan dengan ajang pamer seseorang terhadal sesuatu, secara langsung maupun melalui media sosial.

Seseorang bisa saja melakukan "flexing" alias menunjukkan kekayaan, prestasi, karir, dan sejenisnya secara berlebihan karena berbagai alasan.

Baca Juga: Duh! Terbukti Melanggar Lingkungan, Industri Peleburan Baja Dikenai Sanksi Administratif

Berikut beberapa alasan seseorang melakukan flexing, meliputi:

1. Pencitraan Diri

Beberapa orang mungkin merasa perlu untuk menunjukkan prestasi atau keberhasilan mereka kepada orang lain sebagai cara untuk meningkatkan rasa harga diri mereka sendiri.

Ini bisa menjadi cara bagi mereka untuk merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.

Baca Juga: Resep Bir Pletok, Minuman Rempah Khas Betawi

2. Prestise dan Status

Orang-orang seringkali ingin dihormati dan diakui oleh orang lain

Dengan menunjukkan kekayaan materi atau pencapaian, mereka berharap mendapatkan prestise dan status sosial yang lebih tinggi.

3. Persaingan Sosial

Beberapa orang mungkin terlibat dalam persaingan sosial yang sehat atau tidak sehat dengan teman, keluarga, atau kenalan mereka.

Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka setara atau bahkan lebih baik daripada orang lain.

Baca Juga: Viral Mobil Patroli Nyaris Serempet Delegasi KTT ASEAN, IPW Minta Kapolri Tegur Keras Dirlantas Polda Metro

4. Mengundang Perhatian

Flexing bisa menjadi cara untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan dari orang lain.

Orang sering mencari validasi sosial dan merasa senang ketika orang lain memberi perhatian pada mereka.

5. Promosi Pribadi maupun Profesional

Di dunia bisnis atau pemasaran pribadi, flexing bisa digunakan sebagai strategi untuk mempromosikan diri atau merek.

Ini bisa membantu membangun citra yang kuat dan menarik pelanggan atau peluang bisnis.

6. Tekanan Kelompok

Dalam budaya di mana flexing dianggap sebagai norma atau diperlukan untuk diterima oleh kelompok tertentu.

Seseorang mungkin merasa tekanan untuk melakukan flexing agar tidak dianggap rendah atau tidak sukses.

7. Perubahan Dalam Kehidupan

Terkadang, seseorang mungkin ingin menunjukkan perubahan positif dalam hidup mereka sebagai inspirasi bagi orang lain. Ini bisa berupa perubahan fisik, finansial, atau emosional

8. Gaya Hidup Digital

Era media sosial telah menciptakan budaya flexing yang lebih menonjol.

Orang sering kali berbagi momen-momen terbaik dalam hidup mereka di platform sosial untuk mendapatkan likes, komentar, dan pengikut.

Yuk, mulai sekarang lebih bijak dalam bersosial media maupun berinteraksi agar tidak jadi flexing.

Sebab, flexing bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain jika tidak sesuai konteks dan berlebihan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.