Amankah Puasa bagi Ibu Hamil? Ini Dampaknya pada Janin yang Perlu Kamu Tahu

AKURAT JAKARTA - Banyak ibu hamil merasa tubuhnya masih kuat untuk berpuasa.
Namun, keputusan tersebut tidak bisa diambil tanpa pertimbangan medis yang matang.
Dilansir dari BabyCenter, Sabtu (28/2/2026), belum ada jawaban pasti apakah puasa sepenuhnya aman bagi ibu hamil dan janin.
Sejumlah penelitian menunjukkan puasa tidak selalu memengaruhi berat lahir bayi, tetapi belum dapat dipastikan sepenuhnya dampaknya terhadap kesehatan ibu dan janin selama kehamilan.
Para ahli umumnya menyarankan agar ibu hamil berhati-hati, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes atau diabetes gestasional.
Puasa berisiko memengaruhi kadar gula darah serta meningkatkan kemungkinan dehidrasi.
Baca Juga: Sambut Tamu di Hari Lebaran Tanpa Khawatir, Ini Tips Menata Ruang Tamu Sempit Terlihat Lebih Lega
Lonjakan gula darah juga bisa terjadi apabila kamu makan berlebihan saat sahur maupun berbuka.
Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa puasa tidak meningkatkan risiko kelahiran prematur dan tidak selalu menyebabkan berat lahir rendah.
Bahkan, pada trimester kedua, puasa disebut dapat membantu menekan risiko diabetes gestasional serta mencegah kenaikan berat badan berlebih.
Namun, sebagian ibu hamil yang berpuasa dilaporkan mengalami penurunan energi dan dehidrasi karena kurangnya asupan cairan dan nutrisi.
Dilansir dari Healthline, Sabtu (28/2/2026), sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Obstetrics and Gynaecology menemukan adanya kemungkinan penurunan frekuensi gerakan janin pada ibu yang berpuasa selama Ramadan.
Normalnya, janin bergerak minimal 10 kali dalam dua jam.
Baca Juga: 7 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan, Jangan Sampai Dilakukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









