NGERI! 7 Penyakit yang Dibawa Lalat Sekali Terbang

AKURAT.CO Kehadiran lalat di rumah tidak hanya mengganggu, tetapi juga bisa membawa risiko kesehatan dan kebersihan.
Meskipun lalat sendiri bukan penyebab penyakit, mereka dapat berperan sebagai vektor atau penyebar penyakit.
Lalat bisa membawa bakteri, virus, dan patogen lainnya dari tempat sampah, kotoran hewan, atau bahan organik lainnya, dan kemudian mentransfernya ke makanan manusia atau permukaan yang sering disentuh.
Berikut beberapa penyakit yang dapat ditularkan atau tersebar melalui lalat:
1. Salmonellosis
Bakteri Salmonella dapat ditularkan oleh lalat ke makanan manusia, yang kemudian menyebabkan keracunan makanan.
Baca Juga: Gempa Bumi M 5.6 Melanda Bali Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami
Gejalanya termasuk diare, mual, muntah, dan demam.
2. Disentri
Lalat dapat membawa bakteri Shigella atau Entamoeba histolytica yang menyebabkan disentri, sebuah infeksi usus yang gejalanya termasuk diare berdarah, nyeri perut, dan demam.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Taurus 27 Januari 2024, Kamu Perlu Lakukan Revisi Anggaran Keuangan
3. Kolera
Lalat dapat membawa bakteri Vibrio cholerae, penyebab kolera, yang menyebabkan diare yang parah dan dehidrasi yang dapat mengancam jiwa.
4. Dysentery Ameba
Baca Juga: BPBD DKI Jakarta Mencatat Total Empat RT di Jakarta Barat Tergenang Banjir
Lalat juga bisa menjadi vektor untuk protozoa, seperti Entamoeba histolytica, yang menyebabkan dysentery ameba, suatu kondisi yang serupa dengan disentri bakterial.
5. Penyakit Mata
Beberapa spesies lalat dapat membawa dan mentransfer mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi mata, seperti trachoma, konjungtivitis, dan blefaritis.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Nasi Bebek Goreng Termantap di Jakarta Selatan, Auto Langganan
6. Tifus
Lalat juga bisa membawa bakteri Rickettsia typhi, penyebab tifus, yang menyebabkan demam, sakit kepala, kelemahan, dan gejala lainnya.
7. Infeksi Kulit
Baca Juga: Rekomendasi Event Bulan Februari di Jakarta yang Sayang Sekali Dilewatkan
Lalat dapat menjadi vektor untuk bakteri dan mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan infeksi kulit, terutama jika seseorang menggaruk gigitan lalat dan lalat tersebut telah terkontaminasi dengan kuman.
Pencegahan infeksi melalui lalat meliputi menjaga kebersihan lingkungan, menyimpan makanan dengan aman, dan menggunakan layar jendela atau pintu untuk mencegah lalat masuk ke dalam rumah.
Jika terdapat populasi lalat yang berlebihan, penting untuk mengambil tindakan pengendalian hama yang tepat untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









