Jakarta

Film Kiblat Dilarang Tayang di Bioskop, Sandiaga Uno Pasang Badan: Saya Harap Dapat Tetap Tayang!

Fikri Hidayatulloh | 1 April 2024, 15:24 WIB
Film Kiblat Dilarang Tayang di Bioskop, Sandiaga Uno Pasang Badan: Saya Harap Dapat Tetap Tayang!

AKURAT JAKARTA - Film Kiblat menuai polemik karena dianggap menyebarkan kampanye hitam terhadap ajaran agama.

Walhasil, Film Kiblat mendapat banyak kritikan dari publik dan film bergenre horor itu pun dilarang tayang di bioskop.

Meski mendapat tentangan dari masyarakat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, pasang badan untuk Film Kiblat.

Baca Juga: UU DKJ Khususkan Pengembangan Budaya Betawi, Bang Zaki: Ini Identitas Jakarta, Kami Berkomitmen Melindungi dan Melestarikannya

"Saya berharap film Kiblat yang tengah menjadi sorotan ini dapat tetap tayang dengan penyesuaian arahan dari MUI," kata Sandiaga Uno di Instagram, Senin (1/4/2024).



Sandiaga Uno mendapat informasi rumah produksi Film Kiblat bersedia mengganti judul.

"Alhamdulillah, saya mendapat info bahwa dari pihak rumah produksi sudah meminta maaf dan bersedia mengganti nama filmnya," tegas Sandiaga Uno.

Baca Juga: Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia, Menteri Yaqut Bilang Kado Istimewa Umat Katolik Tanah Air

Sandiaga Uno menegaskan Kemenparekraf siap terus memberikan dukungan kepada industri film Indonesia.

"Kami akan terus mendukung industri film Indonesia agar mendorong ekonomi kreatif dan ciptakan lapangan kerja, tentunya sesuai dengan koridor hukum dan juga norma," beber Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno membandingkan industri film Tanah Air dengan Korea.

Baca Juga: Marion Jola Penggemar Berat Bruno Mars, Jauh-jauh Datang ke Thailand Demi Lihat Sang Idola Nyanyikan Lagu That's What I Like

Menurut Sandiaga, industri film Korea memiliki Drama Korea alias Drakor, sementara Indobesia punya Drahor alias Drama Horor.

"Kalau Korea punya drakor, Indonesia punya drahor, drama horor. Film horor memiliki daya tarik yang kuat bagi masyarakat Indonesia. Prinsipnya bukan untuk berdampak pada jauhnya rasa spiritual akan tetapi justru menjadi pengingat kita dengan dunia setelah ini," tegas Sandiaga Uno.

Seperti diketahui, tidak lama merilis poster yang mengerikan, Film Kiblat menerima banyak hujatan dari masyarakat.

Baca Juga: SERUAN BOIKOT! Ini Daftar 9 Perusahaan Tour & Travel yang Dituding Pro Israel, Jangan Dipakai Buat Beli Tiket Mudik atau Liburan Lebaran

Salah satunya datang dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Muhammad Cholil Nafis, yang mengatakan Film Kiblat melakukan kampanye hitam terhadap ajaran agama yang harus diturunkan dan tak boleh tayang.

Poster Film Kiblat menggabarkan seorang perempuan bermukena dalam posisi rukuk.

Yang mengerikannya adalah, alih-alih menghadap lantai kepala perempuan itu digambarkan diputar 180 derajat menghadap langit.

Baca Juga: Berikut Ini Tarif Tol Jakarta-Merak pada Arus Mudik Lebaran 2024

Wajah perempuan itu seperti sedang berteriak menahan rasa takut atau seperti sangat kesakitan.

Di dalam poster itu juga terlihat sosok manusia tanpa kepala.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.