5 Alasan Kenapa Tidak Boleh Menggunakan HP atau Komputer Sebelum Tidur

AKURAT JAKARTA - Menggunakan perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, atau komputer sebelum tidur tidak dianjurkan karena beberapa alasan yang dapat mempengaruhi kualitas tidur Anda:
1. Paparan Cahaya Biru
Perangkat elektronik memancarkan cahaya biru yang bisa mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur.
Baca Juga: Bagaimana Pandangan Umum dalam Islam Tentang Wanita Melepas Jilbab demi Tugas atau Pekerjaan?
Melatonin membantu tubuh untuk merasa mengantuk di malam hari.
Paparan cahaya biru di malam hari dapat menunda produksi melatonin, sehingga membuat Anda lebih sulit untuk tertidur dan mengganggu ritme sirkadian alami tubuh.
2. Stimulasi Mental
Aktivitas seperti scrolling media sosial, bermain game, atau menonton video dapat merangsang otak dan membuatnya tetap aktif.
Baca Juga: 5 Manfaat Buah Duku untuk Kesehatan, Cegah Kanker Hingga Obat Anti Malaria
Hal ini bisa menyulitkan otak untuk beralih ke mode istirahat dan tidur, sehingga memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.
3. Kualitas Tidur yang Buruk
Studi menunjukkan bahwa orang yang menggunakan perangkat elektronik sebelum tidur cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih buruk.
Baca Juga: SERBU! Ada Bazar UMKM di Halte CSW Transjakarta Jakarta Selatan, Catat Tanggalnya
Mereka mungkin mengalami gangguan tidur yang lebih sering, tidur yang lebih pendek, dan perasaan tidak segar saat bangun di pagi hari.
4. Mengurangi Fase REM
Penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur juga dikaitkan dengan pengurangan waktu yang dihabiskan dalam fase REM (Rapid Eye Movement), yaitu tahap tidur yang penting untuk memori dan pembelajaran.
Baca Juga: SIMAK! 5 Cara Atasi Kebiasaan Begadang dan Jalani Rutinitas Tidur yang Sehat
Kurangnya fase REM dapat mempengaruhi fungsi kognitif dan kesejahteraan emosional.
Kesimpulan
Untuk meningkatkan kualitas tidur, disarankan untuk meminimalkan atau menghindari penggunaan perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur.
Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Suatu Wilayah Dilanda Gempa Megathrust?
Sebagai gantinya, Anda bisa melakukan aktivitas yang lebih menenangkan seperti membaca buku fisik, mendengarkan musik santai, atau melakukan meditasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Schalke 04 vs RB Leipzig di Bundesliga, 31 Oktober 2026: Misi Sulit Royal Blues Menghentikan Dominasi Die Roten Bullen
- 3Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 4Prediksi Skor Levante vs Atletico Madrid di La Liga, 31 Oktober 2026: Ambisi Los Colchoneros Kudeta Puncak Klasemen
- 5Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 6Prediksi Skor Augsburg vs Freiburg di Bundesliga, Sabtu 31 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Hentikan Tren Negatif?
- 7Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs Stuttgart di Bundesliga, 31 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Pertahankan Rekor Sempurna?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





