Jakarta

Sebelum Jadi Jokowi, Rupanya Presiden RI Ke 7 Pernah Dipanggil Dengan Sebutan Mulyono, Begini Asal Usulnya

Titania Isnaenin | 23 Agustus 2024, 09:38 WIB
Sebelum Jadi Jokowi, Rupanya Presiden RI Ke 7 Pernah Dipanggil Dengan Sebutan Mulyono, Begini Asal Usulnya

AKURAT JAKARTA - Lagi viral di media sosial, nama Mulyono tiba-tiba muncul ditengah aksi demo tolak RUU Pilkada.

Mulyono disebut-sebut oleh netizen di media sosial X yang trending sejak Kamis (22/8) kemarin.

Dan hari ini, Mulyono masih menduduki peringkat hot topic yang telah dicuitkan oleh lebih dari 400.000 ribu warganet.

Lantas bagaimana asal usul sosok Mulyono yang belakangan diketahui nama kecil Presiden Joko Widodo itu?.

Baca Juga: Erina Gudono Disebut-sebut Netizen Mirip Marie Antoinette, Siapakah Dia?

Mulyono atau Jokowi merupakan anak pertama dari pasangan Widjiatno Notomohardjo dan Sujiatmi yang lahir pada 21 Juni 1961, di Kota Solo.

Jokowi merupakan anak satu-satunya putra dari empat bersaudara.

Saat presiden Jokowi lahir, kedua orang tuanya memberi nama Mulyono yang memiliki arti "mulia".

Baca Juga: Erina Gudono Jadi Perbincangan Hangat Media Sosial X, Imbas Pamer Liburan Mewah ke Amerika

Namun, menurut sebuah wawancara, Jokowi membeberkan bahwa nama Mulyono tak cocok untuknya.

Ia mengaku saat kecil dirinya justru sering sakit-sakitan saat menyandang nama Mulyono.

Melihat nama tersebut kurang cocok untuk bayi, kedua orang tua presiden RI Ke 7 itu memberikan nama Joko Widodo yang artinya "anak lelaki yang selamat dan sejahtera."

Perjalanan Karir Jokowi

Sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia politik, Jokowi menjalani bisnis mabel yang diwarisi keluarganya.

Baca Juga: Rapat Paripurna Tak Penuhi Kuorum, DPR RI Batal Sahkan RUU Pilkada

Ia kemudian memulai karir politiknya pada tahun 2005 dengan menjabat sebagai wali kota Surakarta.

Saat berada di bawah kepemimpinannya, Jokowi sukses membuat kota Surakarta menjadi kota yang lebih tertata, maju dan nyaman.

Berkat popularitasnya di Surakarta itu, Jokowi atau Mulyono kemudian memutuskan untuk maju sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012 silam.

Disaat ia menjabat, Jokowi banyak memberikan kebijakan populis seperti program kartu Jakarta Pintar dan pengembangan sistem transportasi umum.

Baca Juga: Ditengah Demo Tolak Revisi UU Pilkada, Kaesang Pilih Pergi ke Amerika Serikat Dengan Istrinya, Kenapa?

Popularitas Jokowi semakin dikenal masyarakat lantaran pejabat pemerintah itu sangat doyan blusukan. 

Hingga akhirnya Jokowi memutuskan untuk maju menjadi Presiden RI di tahun 2014.

Pada tahun tersebut, Jokowi berhasil melakukan pembangunan infrastruktur, perbaikan demokrasi dan peningkatan iklim investasi di Indonesia.

Yang membuat Jokowi pada tahun 2019 kembali terpilih menjadi presiden untuk dua periode.

Baca Juga: Semakin Ngawur, Netizen Kaget Ada Dokter Residen Diminta Cuci Pakaian Dalam Senior

Ditahun tersebut ia berhasil memberi kebijakan yang pro rakyat.

Seperti Kartu Pekerja, pembagian sertifikat tanah yang mampu membuat citranya semakin baik saat menjabat menjadi presiden. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.