Jakarta

Semakin Marak Penderitanya, Begini Cara Cegah Tumor Tulang Sejak Dini Menurut Dokter Spesialis

Saeful Anwar | 2 September 2024, 12:18 WIB
Semakin Marak Penderitanya, Begini Cara Cegah Tumor Tulang Sejak Dini Menurut Dokter Spesialis

 

AKURAT JAKARTA - Tumor tulang adalah salah satu kondisi medis yang serius dan sering kali kurang mendapatkan perhatian dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, seperti kanker payudara.

Namun, penting untuk memahami bahwa pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah krusial dalam menangani tumor tulang. 

Menurut dr. Andriandi MKed(Surg), SpOT(K), seorang dokter spesialis tumor tulang dari Rumah Sakit Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, menjaga kesehatan tulang melalui pola hidup sehat dapat sangat berpengaruh dalam mencegah perkembangan tumor.

Baca Juga: Maesyal Rasyid-Intan Tahu Betul Konsep Pembangunan Kabupaten Tangerang, Gelora Turun ke Akar Rumput Lakukan Sosialisasi

Pentingnya Gaya Hidup Sehat

Dr. Andriandi menjelaskan bahwa gaya hidup sehat sangat penting dalam pencegahan tumor tulang. 

"Gaya hidup sehat itu bisa dilakukan dengan olahraga teratur, makanan sehat, hindari radiasi, dan lainnya," ujarnya saat ditemui di Medan, dikutip Akurat Jakarta dari Antara, pada Senin, 2 September 2024. 

Ia juga menambahkan bahwa faktor risiko utama adalah gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi karbohidrat yang tinggi dan kurangnya aktivitas fisik. Akibatnya sel hidup lebih banyak dari sel mati, inilah yang menyebabkan tumor.

Meningkatnya Kasus Tumor Tulang

Baca Juga: Duet All Indonesian Final, Cabor Bulu Tangkis Pastikan Bawa Pulang Satu Medali Emas dan Satu Medali Perak di Paralimpiade Paris 2024

Meskipun tumor tulang mungkin tidak sepopuler kanker payudara, kasusnya terus meningkat dari tahun ke tahun. 

"Saat ini, operasi tumor tulang yang dilakukan di RS Adam Malik saja bisa mencapai empat kali dalam sepekan," kata dr. Andriandi. 

Ini menunjukkan bahwa kasus tumor tulang semakin sering ditemukan, terutama di Sumatera Utara. Kesadaran akan gejala awal dan pentingnya pencegahan harus ditingkatkan untuk mengatasi masalah ini secara efektif.

Gejala dan Penanganan Dini

Tumor tulang sering terjadi pada individu berusia 10 hingga 30 tahun. Namun, banyak kasus yang dibiarkan berkembang hingga kondisi menjadi parah. 

Jika dibiarkan, tumor akan menyebar ke bagian tubuh lain, seperti paru-paru, dan menjadi sulit untuk diobati. 

Selain menyerang tulang, tumor juga dapat mempengaruhi otot-otot di sekitarnya. Penanganan yang terlambat dapat mengakibatkan komplikasi serius, seperti pendarahan yang tidak terkontrol. 

"Pasien mungkin meninggal bukan karena tumor itu sendiri, tetapi karena pendarahan yang tidak terkontrol," tambahnya.

Jika tumor telah menyebar ke paru-paru, kemungkinan untuk menyelamatkan pasien menjadi sangat kecil.

Baca Juga: Pecahkan Sejarah Baru, Tim Boccia Indonesia Berhasil Bawa Pulang Tiga Medali di Paralimpiade Paris 2024

Pemeriksaan dan Pengobatan

Pemeriksaan tumor tulang meliputi pemeriksaan fisik, laboratorium, rontgen, dan biopsi. Dr. Andriandi menambahkan bahwa bone scintigraphy, yang hanya tersedia di RS Adam Malik, membantu memantau penyebaran tumor. 

Jika tumor ditemukan pada tahap awal dan bagian tubuh yang terkena masih dalam kondisi baik, ada kemungkinan untuk menyelamatkan anggota tubuh tersebut tanpa harus melakukan amputasi. 

RS Adam Malik bahkan telah melakukan operasi megaprosthesis untuk mengganti tulang yang terkena tumor dengan implan. Meskipun biayanya mahal, BPJS Kesehatan menanggung biaya tersebut.

Pencegahan dan deteksi dini adalah kunci dalam mengatasi tumor tulang. Dengan mengadopsi gaya hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, dan memahami gejala awal, Anda dapat mengurangi risiko dan meningkatkan peluang pengobatan yang efektif. 

Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan atau memiliki riwayat keluarga dengan tumor tulang, segera konsultasikan dengan dokter spesialis untuk evaluasi lebih lanjut. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.