Jakarta

11 Penyebab Orang Mengalami Insomnia, Mulai dari Kesehatan Mental Hingga Masalah Hormonal

Hawa E. Azhari | 11 September 2024, 01:03 WIB
11 Penyebab Orang Mengalami Insomnia, Mulai dari Kesehatan Mental Hingga Masalah Hormonal

AKURAT JAKARTA - Insomnia adalah kondisi di mana seseorang kesulitan untuk tidur, sulit mempertahankan tidur, atau sering terbangun di malam hari.

Penyebab insomnia bisa bervariasi, baik karena faktor fisik, psikologis, maupun gaya hidup.

Berikut beberapa penyebab umum insomnia:

1. Stres dan Kecemasan

Stres akibat masalah pekerjaan, hubungan, atau kehidupan sehari-hari dapat membuat pikiran aktif dan sulit untuk rileks, sehingga menyebabkan insomnia.

Baca Juga: 10 Cara Efektif Atasi Insomnia, Bikin Kebiasaan Tidur yang Lebih Baik

Kecemasan berlebih tentang masa depan, kesehatan, atau masalah lainnya juga dapat mengganggu tidur.

2. Depresi

Gangguan mood seperti depresi sering dikaitkan dengan insomnia.

Depresi dapat menyebabkan pola tidur yang tidak teratur, dan orang yang depresi sering terbangun lebih awal atau merasa gelisah sepanjang malam.

3. Kondisi Medis

Baca Juga: 5 Anjuran Tidur yang Baik Menurut Rasulullah SAW

Masalah kesehatan fisik seperti nyeri kronis (misalnya dari arthritis atau sakit punggung), gangguan pernapasan (misalnya apnea tidur), atau penyakit yang menyebabkan ketidaknyamanan dapat mengganggu tidur.

4. Obat-obatan

Beberapa obat, seperti antidepresan, obat tekanan darah tinggi, dan obat untuk asma atau alergi, memiliki efek samping yang bisa mempengaruhi pola tidur dan menyebabkan insomnia.

5. Kebiasaan Tidur yang Buruk

Kebiasaan tidur yang tidak teratur, seperti tidur siang terlalu lama, tidak memiliki rutinitas tidur yang konsisten, atau sering begadang dapat mengganggu ritme sirkadian, jam biologis yang mengatur siklus tidur-bangun.

Baca Juga: Posisi Timnas Indonesia Usai Main Imbang Lawan Australia di Klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 , Tetap Lebih Baik dari Socceroos dan China

6. Konsumsi Kafein, Nikotin, dan Alkohol

Kafein dan nikotin adalah stimulan yang dapat membuat tubuh tetap terjaga lebih lama jika dikonsumsi dalam waktu dekat dengan waktu tidur.

Alkohol, meskipun awalnya dapat membuat mengantuk, sebenarnya dapat mengganggu siklus tidur dan menyebabkan seseorang sering terbangun di malam hari.

7. Perubahan Lingkungan atau Rutinitas

Perubahan jadwal seperti bekerja shift malam, bepergian ke zona waktu yang berbeda (jet lag), atau pindah ke lingkungan tidur yang baru dapat mengganggu ritme sirkadian dan menyebabkan insomnia.

Baca Juga: Posisi Timnas Indonesia Usai Main Imbang Lawan Australia di Klasemen Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 , Tetap Lebih Baik dari Socceroos dan China

8. Gangguan Tidur Lainnya

Insomnia juga bisa disebabkan oleh gangguan tidur lainnya seperti sleep apnea (gangguan pernapasan saat tidur), sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome), atau parasomnia (gangguan tidur seperti berjalan sambil tidur).

9. Masalah Hormonal

Fluktuasi hormon, seperti yang terjadi selama kehamilan, menopause, atau menstruasi, dapat menyebabkan gangguan tidur. Perubahan hormon mempengaruhi suhu tubuh, mood, dan siklus tidur.

10. Terlalu Banyak Waktu di Depan Layar

Baca Juga: Terkait Nasib Tempat Tinggal Korban Kebakaran Manggarai, Heru Budi Kesal ke PT KAI: Saya Sendiri Sudah Hubungi, Tapi Tidak Ada Respon

Paparan cahaya biru dari perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, atau komputer sebelum tidur dapat menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur, sehingga membuat seseorang sulit mengantuk.

11. Kondisi Psikologis atau Trauma

Gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dan pengalaman traumatis lainnya dapat menyebabkan mimpi buruk, kecemasan malam, atau pikiran yang berulang, semuanya dapat memicu insomnia.

Kesimpulan

Insomnia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dari stres hingga kondisi medis dan gaya hidup.

Baca Juga: Anak Abah Anies Bikin Gerakan Coblos 3 Paslon di Pilkada DKI, Begini Pesan Pj Gubernur Heru Budi

Mengatasi penyebab yang mendasarinya, serta membangun kebiasaan tidur yang sehat, dapat membantu mengurangi masalah insomnia.

Jika insomnia terus berlanjut, konsultasi dengan dokter atau ahli tidur sangat disarankan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.