Jakarta

Mengenal Insomnia: Penyebab, Dampak, dan Risikonya untuk Tubuh

Hawa E. Azhari | 15 November 2024, 23:20 WIB
Mengenal Insomnia: Penyebab, Dampak, dan Risikonya untuk Tubuh

AKURAT.CO Insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan memulai tidur, mempertahankan tidur, atau tidur yang tidak memberikan perasaan segar dan memadai.

Penyebab insomnia bisa bervariasi dan seringkali melibatkan kombinasi faktor-faktor fisik, psikologis, dan lingkungan.

Beberapa penyebab umum insomnia meliputi:

1. Stres dan Kecemasan:

Baca Juga: Pekan TV Fujian Kolaborasi Indonesia, Filipina, dan China Diluncurkan di Jakarta

Tingkat stres dan kecemasan yang tinggi dapat menjadi penyebab utama insomnia. Masalah pekerjaan, kehidupan pribadi, atau peristiwa hidup yang menekan dapat memicu stres psikologis yang mengganggu tidur.

2. Gangguan Mood:

Gangguan mood seperti depresi atau gangguan kecemasan dapat menyebabkan insomnia. Kondisi-kondisi ini dapat mempengaruhi pola tidur dan membuat seseorang sulit untuk tidur atau tidur terlalu banyak.

3. Perubahan Lingkungan:

Baca Juga: CATAT! Konser Gratis Fanny Soegi di International Mask Festival 2024 di Balai Kota Surakarta, Sabtu Besok

Perubahan lingkungan yang signifikan, seperti perjalanan ke zona waktu yang berbeda, perubahan jadwal kerja, atau perubahan dalam kehidupan sehari-hari, dapat mengacaukan ritme tidur alami tubuh.

4. Gaya Hidup dan Kebiasaan Tidur:

Kebiasaan tidur yang tidak sehat, seperti tidur siang terlalu lama, mengonsumsi kafein atau alkohol sebelum tidur, atau terlalu banyak beraktivitas di tempat tidur, dapat menyebabkan insomnia.

5. Gangguan Medis:

Beberapa kondisi medis, seperti nyeri kronis, gangguan pernapasan seperti sleep apnea, asma, atau penyakit gastroesofageal refluks, dapat menyebabkan insomnia.

Baca Juga: FPI Resmi Dukung Ridwan Kamil - Suswono di Pilkada DKI Jakarta, Habib Hadziq: Kita Pilih Cagub-Cawagub yang Paling Sedikit Mudharatnya!

6. Efek Obat:

Beberapa obat dapat memengaruhi pola tidur. Misalnya, obat-obatan stimulan, obat tekanan darah tertentu, atau obat-obatan untuk gangguan psikiatri dapat menyebabkan insomnia.

7. Ketidaknyamanan Fisik:

Ketidaknyamanan fisik, seperti nyeri, kelelahan otot, atau masalah kesehatan lainnya, dapat membuat sulit bagi seseorang untuk merasa nyaman saat tidur.

8. Gangguan Neurologis:

Baca Juga: Datang ke Cikasungka, Maesyal Rasyid Didoakan Terpilih oleh Tokoh Agama dan Masyarakat Setempat

Beberapa gangguan neurologis, seperti sindrom kaki gelisah atau insomnia idiopatik, dapat menjadi penyebab insomnia.

Jika insomnia berlanjut atau menjadi masalah yang serius, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan.

Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasari dan merancang rencana pengelolaan atau pengobatan yang sesuai.

Insomnia, jika tidak ditangani dengan baik, dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan fisik dan mental seseorang.

Baca Juga: Terungkap! Pria di Cikupa Cekik Wanita MiChat hingga Tewas Gegara Disebut Badannya Bau, Mayatnya Dibungkus Kasur dan Dibuang di Jalan

Berikut adalah beberapa dampak yang mungkin terjadi akibat insomnia:

- Gangguan Kognitif:

Kurang tidur dapat mempengaruhi fungsi kognitif seperti konsentrasi, perhatian, dan kemampuan pengambilan keputusan. Ini dapat mengganggu produktivitas di tempat kerja atau di sekolah.

- Gangguan Mood:

Insomnia dapat meningkatkan risiko gangguan mood, termasuk kecemasan dan depresi. Keterkaitan antara kurang tidur dan masalah mood bisa menjadi siklus yang memperburuk satu sama lain.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Insomnia Agar Tidur Lebih Berkualitas

- Penurunan Daya Tahan Tubuh:

Sistem kekebalan tubuh dapat terpengaruh oleh kurang tidur, sehingga seseorang mungkin lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi.

- Masalah Kesehatan Fisik:

Insomnia dapat berkontribusi pada sejumlah masalah kesehatan fisik, termasuk obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.

- Gangguan Metabolisme:

Baca Juga: Sadis, Ibu kandung Tega Rantai Anak di Leher Perkara Tak Hafal Surah Pendek

Kurang tidur dapat mempengaruhi metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko resistensi insulin, yang dapat berkontribusi pada perkembangan diabetes.

- Keselamatan dan Risiko Kecelakaan:

Orang yang mengalami insomnia cenderung mengalami penurunan daya kewaspadaan dan reaksi. Hal ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan, baik di jalan raya maupun di tempat kerja.

- Gangguan Hormonal:

Kurang tidur dapat memengaruhi produksi hormon, seperti hormon stres kortisol dan hormon pertumbuhan. Gangguan hormonal ini dapat berdampak pada keseimbangan tubuh.

Baca Juga: Berikut 93 Lokasi Nobar Gratis Indonesia VS Jepang di Jabodetabek Malam Ini, Ayo Dukung Skuad Garuda Lolos ke Piala Dunia 2026

- Gangguan Fungsi Seksual:

Insomnia dapat mempengaruhi fungsi seksual, seperti libido yang menurun atau gangguan fungsi ereksi pada pria.

- Perubahan Mood dan Perilaku:

Kurang tidur dapat memperburuk mood dan meningkatkan risiko perubahan perilaku, termasuk iritabilitas, ketidakmampuan mengatasi stres, dan perasaan kewalahan.

- Gangguan Hubungan Sosial:

Baca Juga: Berbagai Kelompok Masyarakat Berharap Ridwan Kamil Memimpin Jakarta dengan Menomorsatukan Fakir Miskin

Karena dampaknya pada mood dan perilaku, insomnia dapat memengaruhi hubungan sosial dan interpersonal seseorang.

Penting untuk diingat bahwa dampak insomnia dapat bervariasi antar individu dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti seberapa sering insomnia terjadi dan berapa lama kondisi tersebut berlangsung.

Jika Anda mengalami kesulitan tidur secara teratur, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan bantuan dan saran yang sesuai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.