6 Hal yang Wajib Dibawa Saat Umroh, Penting tapi Sering Diabaikan

AKURAT JAKARTA - Melaksanakan ibadah umroh perlu banyak hal yang harus dipersiapkan.
Selain hal-hal wajib yang harus dibawa seperti pakaian ihram, baju ibadah, baju tidur, alat mandi, perlengkapan ibadah dan sandal, ada beberapa hal kecil yang sering terlupa.
Berikut adalah 6 hal yang akan sangat berguna ketika menjalankan ibadah umrah:
Baca Juga: Begini Cara Masuk Raudhah Setelah Mendaftar dari Nusuk
1. Gunting Kecil
Gunting ini sangat berguna saat melaksanakan ibadah umroh, terutama saat melaksanakan tahalul.
Untuk membawa gunting kecil sebaiknya ditaruh di dalam koper yang akan masuk ke dalam bagasi pesawat.
2. Sunblock/Sunscreen
Cuaca di Makkah atau Madinah biasanya akan cenderung lebih panas dan kering bila dibanding dengan Indonesia.
Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kulit, sehingga perlu perlindungan dengan menggunakan sunblock atau sunscreen.
3. Lipbalm/Pelembab Bibir
Pengaruh dari cuaca yang panas dan kering juga akan mengakibatkan bibir cepat kering, sehingga perlu pelembab bibir agar bibir tetap sehat.
Baca Juga: Simak Cara Terbaru Masuk Raudhah Gratis Tanpa Berdesakan Menggunakan Aplikasi Nusuk
4. Obat-obatan/vitamin
Untuk mengantisipasi masalah kesehatan saat menjalankan ibadah umroh, beberapa obat perlu dibawa dari Indonesia seperti obat pusing, batuk/radang, demam, nyeri, diare, gatal-gatal, tetes mata dan multi vitamin.
5. Lakban/isolasi
Ini merupakan salah satu yang mungkin tidak terpikirkan namun bisa jadi sangat berguna.
Membawa lakban bisa juga untuk pengaman penutup botol ketika ingin membawa air zam zam.
6. Lauk
Bagi sebagian orang, masalah makanan adalah hal cukup sensitif. Untuk tetap menjaga makanan, bisa membawa makanan dari Indonesia yang sekiranya awet dan aman.
Beberapa jenis makanan yang mungkin bisa dibawa adalah abon, serundeng, dendeng, rendang kering, tempe kering, kentang kering balado, dll. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









