Keunggulan Operasi Ganti Lutut Gunakan Robot, Presisi Tinggi hingga Percepat Pemulihan Pasien

AKURAT JAKARTA - Jika nyeri lutut sangat parah dan tidak membaik dengan penanganan konservatif, tindakan operasi bisa menjadi pilihan.
Konsultan Lutut & Pinggul Eka Hospital BSD, dr. Ricky Edwin P Hutapea, Sp.OT (K) Hip and Knee mengatakan, terdapat beberapa jenis operasi yang umum dilakukan terutama pada lansia dengan nyeri lutut.
"Pertama Arthroscopy, yakni rosedur invasif minimal untuk memperbaiki kerusakan pada meniskus atau ligamen," kata Ricky Edwin P Hutapea saat Media Meet Up di kawasan Jakarta Salatan, Selasa (10/6).
Baca Juga: Tidak Banyak Orang Tahu, Kapan Operasi Bypass Jantung Perlu Dilakukan
Kedua Osteotomy, prosedur untuk meluruskan tulang di sekitar lutut yang mengalami kerusakan akibat artritis.
"Lalu ada Penggantian Sendi Lutut Total (Total Knee Replacement/TKR): Prosedur di mana sendi lutut yang rusak diganti dengan sendi buatan (prostesis)," ujarnya.
Dia menyatakan, Eka Hospital sebagai pelopor rumah sakit dengan teknologi advance menghadirkan inovasi terkini dalam operasi penggantian sendi lutut dengan menggunakan alat Velys Robotic-Assisted Total Knee Replacement.
Baca Juga: Wajib Tahu, Berikut Ini Penyebab Umum Cedera saat Lari dan Fitness
"Teknologi ini membantu dan memungkinkan ahli bedah untuk melakukan operasi dengan tingkat presisi yang lebih tinggi sehingga mempercepat pemulihan pasien," ungkapnya.
Keunggulan Velys Robotic TKR
- Perencanaan operasi yang lebih akurat: Sistem Velys menggunakan data anatomi pasien secara spesifik untuk membuat rencana operasi yang dipersonalisasi.
- Presisi tinggi: Lengan robotik membantu ahli bedah dalam memposisikan implan sendi dengan akurat, sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
- Recovery pasca operasi lebih cepat pasien melalakukan operasi pagi, siang dapat berdiri dan berjalan.
- Potensi hasil yang lebih baik: Akurasi yang lebih tinggi dapat meningkatkan fungsi lutut pasca operasi dan mengurangi risiko komplikasi.
Nyeri Lutut Pada Lansia
Nyeri lutut begitu sering menghampiri lansia karena penuaan dan perubahan pada sendi.
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan degeneratif, tak terkecuali pada persendian lutut.
Sebelum pada tindakan operasi, terdapat beberapa solusi medis dalam. mengatasi nyeri lutut pada lansia.
Penanganan nyeri lutut pada lansia akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa solusi medis yang mungkin direkomendasikan:
- Obat-obatan:
- Obat pereda nyeri (analgesik) seperti paracetamol.
- Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau naproxen.
- Obat-obatan untuk mengatasi artritis spesifik, seperti obat antirematik untuk RA atau obat penurun asam urat untuk gout.
- Injeksi kortikosteroid ke dalam sendi lutut untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
- Terapi fisik: Latihan peregangan dan penguatan otot di sekitar lutut dapat membantu meningkatkan stabilitas sendi, mengurangi nyeri, dan meningkatkan rentang gerak.
- Alat bantu: Penggunaan alat bantu seperti tongkat atau penyangga lutut (knee brace) dapat membantu mengurangi tekanan pada lutut dan meredakan nyeri saat berjalan.
- Operasi.
Penyebab Umum Nyeri Lutut pada Lansia
Selain perubahan degeneratif akibat penuaan, beberapa kondisi lain juga dapat menjadi penyebab umum nyeri lutut pada lansia:
Osteoartritis (OA): Ini adalah penyebab nyeri lutut kronis yang paling sering terjadi pada lansia. Kerusakan kartilago menyebabkan tulang saling bergesekan, menimbulkan rasa sakit, kaku, dan pembengkakan.
Artritis reumatoid (RA): Merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada lapisan sendi (sinovium). RA dapat menyerang banyak sendi, termasuk lutut, dan menimbulkan nyeri, bengkak, kemerahan, serta kekakuan.
Gout: Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di persendian, termasuk lutut. Serangan gout ditandai dengan nyeri hebat, kemerahan, panas, dan pembengkakan yang datang tiba-tiba.
Pseudogout (Kondrokalsinosis): Mirip dengan gout, namun disebabkan oleh penumpukan kristal kalsium pirofosfat di sendi. Gejalanya meliputi nyeri, kaku, dan pembengkakan pada lutut.
Cedera lutut lama: Cedera lutut di masa muda, seperti robekan meniskus atau ligamen, dapat meningkatkan risiko terjadinya nyeri lutut kronis di kemudian hari.
Bursitis: Peradangan pada bursa, yaitu kantung berisi cairan yang berfungsi sebagaibantalan antara tulang, otot, dan tendon di sekitar lutut. Bursitis dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan lokal.
Tendinitis: Peradangan pada tendon, yaitu jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang. Tendinitis pada tendon di sekitar lutut dapat menyebabkan nyeri saat bergerak.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Lansia perlu waspada dan segera berkonsulta si dengan dokter jika mengalami gejala nyeri lutut berikut:
Nyeri yang parah dan tidak membaik dengan istirahat.
Pembengkakan, kemerahan, atau rasa hangat pada lutut..
Kekakuan lutut yang signifikan, terutama di pagi hari atau setelah beristirahat.
Lutut terasa tidak stabil atau mengunci saat bergerak.
Demam yang menyertai nyeri lutut.
Kesulitan berjalan atau melakukan aktivitas sehari-hari akibat nyeri lutut. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







