Jakarta

Sayur Besan, Kuliner Khas Betawi Sarat Filosofi yang Mulai Langka

Zainal Abidin | 16 Juni 2025, 10:00 WIB
Sayur Besan, Kuliner Khas Betawi Sarat Filosofi yang Mulai Langka

AKURAT JAKARTA - Jika kamu pecinta wisata kuliner, kurang rasanya jika belum pernah mencicipi sajian sayur besan.

Sayur besan merupakan salah satu kuliner khas Betawi yang sarat makna dan sejarah.

Hidangan berkuah santan ini menjadi simbol kehangatan keluarga Betawi, khususnya dalam tradisi besanan atau pertemuan antara keluarga calon pengantin.

Baca Juga: Berburu Kuliner Tengah Malam? Ini 5 Tempat Wajib Coba di Jakarta Barat!

Bagi masyarakat Betawi, sayur besan lebih dari sekadar sajian yang lezat.

Hidangan ini mencerminkan filosofi masyarakat Betawi yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan penghormatan terhadap tamu.

Tidak heran, pada tahun 2014, sayur besan resmi ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga: Jangan Ngaku Pencinta Kuliner Betawi Kalau Belum Coba Kue Ape Legendaris Ini!

Keunikan sayur besan terletak pada bahan utamanya, yaitu terubuk.

Terubuk merupakan bunga tebu liar yang bentuknya menyerupai jagung muda.

Teksturnya renyah dengan rasa manis alami, menghasilkan sensasi tersendiri ketika disantap bersama kuah santan yang kaya rempah.

Baca Juga: Jateng Fair 2025: Pesta Rakyat yang Menggabungkan Berbagai Hiburan, Mulai Festival Kuliner hingga Konser Musik, Cek Tanggal dan Daftar 19 Artisnya

Selain terubuk, hidangan ini juga dilengkapi aneka sayuran seperti kentang, wortel, buncis, hingga petai.

Agar rasanya semakin kaya, sayur besan kerap dipadukan dengan daging sapi atau sumsum tulang yang gurih.

Bagi masyarakat Betawi, kehadiran sayur besan bukan sekadar pelengkap meja makan, tetapi juga sarat makna dalam tradisi mereka.

Baca Juga: Bangor Fest Vol.3 Siap Kembali Hadir di Jakarta, Usung Perpaduan Kuliner dan Musik, Catat Line Up dan Tanggal Acaranya!

Hidangan ini biasa disuguhkan oleh keluarga mempelai pria kepada keluarga mempelai wanita sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan sukacita atas pernikahan yang akan berlangsung.

Filosofi tersebut tercermin dalam racikan bumbu yang harmonis, menyimbolkan harapan akan terjalinnya hubungan keluarga yang rukun dan harmonis.

Sayangnya, di tengah gempuran kuliner modern, keberadaan sayur besan semakin sulit ditemukan.

Baca Juga: YUK BERBURU KULINER JAKARTA! Simak 3 Rekomendasi Wisata Kuliner Murah di Jalan Sabang Jakarta

Salah satu penyebabnya adalah langkanya terubuk di pasaran.

Generasi muda Betawi pun banyak yang mulai asing dengan masakan ini.

Meski demikian, sejumlah upaya pelestarian tetap dilakukan oleh komunitas budaya dan pelaku kuliner Betawi.

Baca Juga: Mencicipi Gabus Pucung, Rawon Versi Betawi yang Hampir Punah

Kawasan Setu Babakan dan Condet menjadi beberapa tempat di Jakarta yang masih mempertahankan tradisi memasak dan menyajikan sayur besan.

Sayur besan bukan sekadar menu makanan, melainkan representasi budaya dan identitas masyarakat Betawi.

Melestarikan sayur besan berarti menjaga warisan sejarah, rasa, dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.