Tubuh Bisa Overdosis karena Kafein, Patuhi Batas Aman untuk Mengonsumsinya

AKURAT JAKARTA - Christina Lackmann, perempuan 32 tahun asal Melbourne, Australia, ditemukan meninggal setelah sempat meminta pertolongan medis karena merasa pusing dan mengalami mati rasa.
Sayangnya, permintaan bantuannya dikategorikan sebagai kasus tidak mendesak.
Meski layanan darurat sempat menelepon ulang sebanyak 14 kali, tim medis baru datang tujuh jam kemudian.
Baca Juga: Tak Sekadar Libur, Inilah Makna dan Tradisi Tahun Baru Islam 2025
Hasil laporan toksikologi menunjukkan kadar kafein dalam tubuhnya mencapai tingkat yang fatal.
Diduga kuat, ia telah menelan tablet kafein dalam dosis besar, bukan dari kopi atau minuman biasa.
Email di ponsel pribadinya mengungkap bahwa ia telah membeli suplemen kafein dalam bentuk tablet di hari yang sama dengan kematiannya.
Baca Juga: Annual Pass Dufan, Tiket Sakti untuk Masuk Gratis 365 Hari
Lalu, berapakah sebenarnya batas aman mengkonsumsi kafein?
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS), batas yang aman untuk orang dewasa sehat adalah maksimal 400 mg per hari, setara dengan 4–5 cangkir kopi.
Namun, batas ini tidak berlaku mutlak untuk semua orang.
Faktor seperti berat badan, kondisi jantung, dan sensitivitas tubuh turut memengaruhi.
Yang mengejutkan, dosis kafein 1.200 mg dapat menyebabkan kejang, dan ini bisa terjadi hanya dari setengah sendok teh bubuk kafein murni.
Risiko tertinggi biasanya berasal dari produk suplemen, tablet, atau bubuk kafein, bukan dari kopi harian.
Baca Juga: Catat! Cara Dapatkan Tiket Gratis Pestapora 2025, Hadirkan Banyak Musisi Papan Atas Indonesia
Kafein juga diam-diam mengintai dari berbagai produk sehari-hari yang tak disangka, seperti es krim, permen karet, bubuk protein, hingga obat sakit kepala.
Beberapa bahkan tak mencantumkan jumlah pastinya di label.
Overdosis kafein dapat menyebabkan detak jantung tak normal, kecemasan, insomnia, mual, tekanan darah tinggi, hingga kematian.
Baca Juga: Diskon dan Cashback, BookCabin Punya Cara Baru Bikin Liburan Sekolah Hemat
Untuk itu, kamu harus lebih jeli membaca komposisi dan bijak dalam konsumsi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







