Jakarta

Agensi Buka Suara Usai Kematian Wheesung Jadi Bahan Rumor

Titania Isnaenin | 10 Maret 2025, 22:08 WIB
Agensi Buka Suara Usai Kematian Wheesung Jadi Bahan Rumor

 

 

 

AKURAT JAKARTA - Setelah dikabarkan meninggal dunia karena serangan jantung, Choi Wheesung menerima banyak rumor yang beredar terkait kematiannya.

Sebuah laporan menuturkan bahwa ada kemungkinan artis 43 tahun tersebut meninggal karena overdosis obat terlarang.

Melansir laporan dari JoongAng Ilbo, Wheesung meninggal akibat terkena serangan jantung usai berusaha melakukan tindak mengakhiri hidup.

Baca Juga: Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Sebut Kemungkinan Choi Wheesung Meninggal Karena Overdosis

Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya bukti lain seperti kekerasan atau pembobolan yang ditemukan pada apartemennya.

Menanggapi hal tersebut pihak agensi, Tajo Entertainment merilis pernyataan resmi mereka terkait kematian Choi Wheesung.

Mereka menuturkan bahwa sang pelantun lagu Insomnia tersebut meninggal karena serangan jantung.

Baca Juga: Wheesung, Pelantun Lagu 'Insomnia' Ditemukan Meninggal Dunia

"Kami sangat sedih menyampaikan berita yang memilukan dan tragis ini, artis kami Wheesung meninggal dunia pada tanggal 10 Maret. Ia ditemukan mengalami serangan jantung di rumahnya di Seoul dan kemudian dinyatakan meninggal dunia." rilis pernyataan agensi.

Agensi tersebut juga menghimbau masyarakat untuk bersikap hormat selama penyelidikan kematian Choi Wheesung berlangsung.

"Karena keluarga yang ditinggalkan sangat terkejut dan berduka, kami dengan tulus meminta agar rumor yang tidak terverifikasi dan laporan spekulatif dihindari, dan sekali lagi, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya saat kami mengucapkan selamat tinggal kepada Wheesung." lanjutnya.

Sebelumnya, Wheesung ditemukan tak bernyawa di apartemennya yang terletak di Distrik Gwangjin, Seoul timur sekitar pukul 18.29 KST.

Wheesung dikabarkan meninggal usai pihak keluarga membuat laporan kematian terhadap pihak yang berwenang. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.