Menangis Bikin Lega, Bukan Lemah! Ini Alasan Ilmiahnya Menurut Psikolog

AKURAT JAKARTA - Kata “menangis” sering kali diasosiasikan dengan kelemahan.
Namun, menurut para psikolog, menangis justru bisa menjadi cara alami tubuh dan pikiran untuk menyembuhkan diri.
Manfaat menangis bagi kesehatan mental tak hanya sebatas meluapkan emosi, tetapi juga membantu kamu merasa lebih ringan dan rileks setelah melalui tekanan.
Baca Juga: Ketidakseimbangan Omega-3 Bisa Jadi Pemicu Wanita Rentan Terkena Alzheimer
Psikoterapis Serene Lee, pendiri pusat konseling ICCT.sg, menjelaskan bahwa menangis berfungsi layaknya “membersihkan lemari emosi”.
“Menangis itu seperti membersihkan lemari emosi. Kalau dipendam terus, isinya akan menumpuk dan terasa berat. Membiarkan diri menangis sesekali membantumu merasa seimbang dan manusiawi,” ujarnya seperti dikutip dari Channel News Asia.
Secara fisiologis, air mata membantu melepaskan hormon stres seperti kortisol dan prolaktin.
Baca Juga: 4 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital, Nomor 3 Sering Diabaikan!
Menangis juga menjadi katup tekanan alami untuk melepaskan perasaan seperti kesedihan, frustrasi, bahkan rasa bahagia.
Dalam konteks emosional, menangis dapat memperkuat rasa syukur dan ikatan batin antarmanusia.
Menariknya, menurut studi yang dikutip Dr. Alla Demutska, Direktur Klinis Psikoterapi dan Konseling di Sekolah Psikologi Positif, perempuan rata-rata menangis 30–64 kali per tahun, sedangkan laki-laki hanya 5–17 kali.
Baca Juga: 7 Keajaiban Minyak Kemiri, Si Kecil yang Kaya Manfaat Besar yang Perlu Kamu Tahu
Namun, perbedaan ini bukan semata karena hormon, melainkan karena norma sosial dan budaya yang membentuk ekspresivitas emosional.
“Perempuan, terutama di lingkungan profesional, mungkin khawatir dianggap ‘terlalu emosional’, sementara banyak pria juga diajari bahwa menangis adalah tanda kelemahan,” kata Demutska.
Padahal, tambahnya, menangis adalah respons alami manusia yang menandakan adanya keseimbangan emosional.
Baca Juga: 5 Akibat Kurang Tidur yang Diam-Diam Menggerogoti Kesehatanmu
Namun, tangisan bisa menjadi tanda peringatan bila terjadi terlalu sering, mengganggu aktivitas, atau disertai pikiran menyakiti diri sendiri.
Sebaliknya, tidak pernah menangis sama sekali, bahkan saat menghadapi situasi menyedihkan, juga patut diwaspadai karena bisa mengindikasikan mati rasa emosional atau penghindaran perasaan.
Jadi, menangis bukan sesuatu yang perlu kamu sembunyikan.
Baca Juga: Bahaya Emosional Mengintai di Balik Kebiasaan Curhat ke AI
Sesekali biarkan air mata mengalir; itu bukan kelemahan, tapi cara tubuh menyehatkan pikiranmu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 8Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






