Jakarta

Brotowali, Si Pahit yang Menyimpan Khasiat Kesehatan Besar dari Alam Indonesia

Zainal Abidin | 15 Januari 2026, 08:00 WIB
Brotowali, Si Pahit yang Menyimpan Khasiat Kesehatan Besar dari Alam Indonesia

AKURAT JAKARTA - Brotowali merupakan tanaman herbal tropis yang banyak tumbuh di Indonesia, namun namanya masih kalah populer dibandingkan jahe atau kunyit.

Tanaman merambat ini dikenal dengan rasa pahit yang kuat, sehingga sering dihindari meski telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional.

Di balik rasa pahitnya, brotowali menyimpan senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Baca Juga: KLBB Festival 2026 Kembali Hadir di Stadion Madya GBK pada Akhir Februari, Hadirkan 11 Musisi Top Indonesia, Berikut Daftarnya

Dalam pengobatan tradisional, brotowali kerap dimanfaatkan untuk membantu menurunkan demam dan meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.

Kandungan senyawa antimikroba di dalam brotowali dipercaya mampu membantu tubuh melawan infeksi bakteri dan virus penyebab penyakit.

Tak heran jika tanaman ini sering digunakan sebagai ramuan herbal saat kondisi tubuh menurun atau saat cuaca tidak menentu.

Baca Juga: Kombucha, Minuman Fermentasi Populer yang Dipercaya Baik untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat brotowali yang cukup dikenal adalah kemampuannya membantu mengontrol kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes tipe dua.

Beberapa penelitian menunjukkan ekstrak brotowali dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kestabilan gula darah.

Meski demikian, penggunaan brotowali tetap harus disertai pola makan sehat dan pengawasan tenaga medis agar manfaatnya lebih optimal.

Baca Juga: Bonding Orang Tua dan Anak, Pilar Emosional bagi Kesehatan Mental Sejak Usia Dini

Selain itu, brotowali juga dipercaya membantu menjaga kesehatan pencernaan dan meredakan gangguan seperti perut kembung dan nafsu makan menurun.

Rasa pahit pada brotowali justru berperan merangsang produksi enzim pencernaan yang membantu proses metabolisme makanan.

Karena itu, brotowali kerap dijadikan jamu pahitan yang dikonsumsi dalam jumlah terbatas secara rutin.

Baca Juga: BTS Bakal Konser di Jakarta pada Desember 2026, Berikut Jadwal dan Rangkaian World Tour 2026–2027 di 34 Kota Besar di Dunia

Dalam konteks kesehatan modern, brotowali juga dikenal memiliki sifat antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.

Antioksidan berperan penting dalam mencegah kerusakan sel yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif.

Hal ini menjadikan brotowali berpotensi sebagai tanaman herbal pendukung kesehatan jangka panjang.

Baca Juga: Dongeng Anak: Kisah Anak Gembala Iseng dan Serigala

Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi brotowali tidak dianjurkan secara berlebihan karena rasa pahitnya cukup kuat dan bersifat aktif.

Ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita gangguan tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya.

Dengan penggunaan yang tepat dan bijak, brotowali dapat menjadi pilihan herbal lokal yang bermanfaat dan mudah ditemukan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.