Rahasia Warna Merah Imlek, Ternyata untuk Mengusir Monster Ganas

AKURAT JAKARTA - Setiap kali Tahun Baru Imlek datang, suasana terasa berbeda.
Lampion merah bergantung di sepanjang jalan, pintu rumah dihiasi kertas keberuntungan, dan banyak orang memilih mengenakan pakaian bernuansa cerah.
Pemandangan ini bukan kebetulan atau sekadar tren musiman.
Baca Juga: Rayakan Imlek Tanpa Keluar Kota, Cukup ke 3 Destinasi Ini
Ada nilai budaya, sejarah, dan kepercayaan yang telah diwariskan turun-temurun di balik pemilihan warna tersebut.
Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek bukan hanya pergantian kalender, melainkan momen sakral untuk berkumpul bersama keluarga besar sekaligus menghormati leluhur.
Perayaan ini sarat simbol, mulai dari makanan, dekorasi, hingga warna yang digunakan.
Baca Juga: Buah Kecil Penuh Doa, Filosofi Jeruk Mandarin di Perayaan Tahun Baru Imlek
Merah dipilih karena melambangkan kebahagiaan, kegembiraan, serta keberuntungan.
Sementara kuning keemasan identik dengan kemegahan, kejayaan, dan harapan akan rezeki yang melimpah.
Kombinasi dua warna ini diharapkan mampu membawa energi positif bagi kehidupan kamu di tahun yang baru.
Baca Juga: Patikan Kebo, Gulma Liar yang Menyimpan Harapan Baru untuk Kecantikan Kulit
Rumah yang dihiasi merah dan emas seakan menjadi doa visual agar hari-hari ke depan terasa lebih cerah dan penuh peluang.
Karena itu, banyak keluarga sengaja membeli baju baru berwarna cerah demi menyambut awal yang baik.
Menariknya, ada legenda kuno yang menjadi alasan kuat mengapa merah begitu istimewa.
Baca Juga: Sambut Imlek 2026, Jakarta Light Festival Digelar Meriah pada 13 Februari
Dalam cerita rakyat Tiongkok, dahulu ada monster ganas bernama Nian yang muncul setiap akhir musim dingin.
Makhluk raksasa itu turun ke desa untuk merusak ladang, memangsa ternak, bahkan mengancam keselamatan warga.
Penduduk hanya bisa pasrah dengan meletakkan makanan di depan rumah agar Nian tidak menyerang.
Baca Juga: Konser Westlife Hari Ini, Hadirkan Nuansa Elegan dalam Konser 'A Gala Evening' di PIK 2
Namun suatu hari, warga melihat Nian lari ketakutan saat bertemu seorang anak kecil yang mengenakan pakaian merah.
Dari peristiwa itu, mereka menyadari bahwa monster tersebut takut pada warna merah dan suara keras.
Sejak saat itu, lentera merah, petasan, dan kertas merah mulai dipasang di rumah-rumah sebagai perlindungan.
Baca Juga: Tips Kesehatan, Jus Jeruk Jahe Cara Alami Jaga Imunitas Tubuh
Istilah menyambut tahun baru, Guò Nián, secara harfiah berarti "Mengusir Nian".
Tradisi ini kemudian berkembang menjadi kebiasaan menghias lingkungan dengan warna merah untuk mengusir kesialan sekaligus menyambut keberuntungan.
Sebaliknya, warna putih dan hitam cenderung dihindari saat perayaan karena identik dengan duka cita.
Baca Juga: Konser Intim Kangen Band di Jantung Ibu Kota, Jangan Sampai Ketinggalan
Kamu tentu tidak ingin menghadirkan nuansa muram di hari yang penuh sukacita.
Dengan memilih warna cerah, kamu bukan hanya tampil segar, tetapi juga ikut menjaga makna budaya yang telah hidup selama ratusan tahun.
Akhirnya, merah dan emas bukan sekadar estetika.
Baca Juga: 7 Makanan Wajib Imlek dan Filosofinya, Nomor Berapa Favorit Kamu?
Keduanya adalah simbol harapan, perlindungan, dan optimisme agar tahun baru membawa kebahagiaan bagi kamu dan orang-orang terdekat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









