Jakarta

Patikan Kebo, Gulma Liar yang Menyimpan Harapan Baru untuk Kecantikan Kulit

Anggerhana Denni Rahmawati | 10 Februari 2026, 08:30 WIB
Patikan Kebo, Gulma Liar yang Menyimpan Harapan Baru untuk Kecantikan Kulit

AKURAT JAKARTA - Patikan kebo atau Euphorbia hirta adalah tanaman liar yang mudah ditemukan tumbuh di tepi jalan, kebun, dan halaman rumah warga.

Tanaman kecil ini sering dianggap gulma biasa dan kerap dicabut karena dinilai mengganggu keindahan lingkungan sekitar rumah.

Padahal di balik bentuknya yang sederhana, patikan kebo menyimpan berbagai kandungan aktif yang bermanfaat untuk kesehatan kulit.

Baca Juga: PIK Sulap Imlek 2026 Jadi Festival Budaya Raksasa, Wajib Kamu Datangi

Berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, tanaman ini diketahui mengandung flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan terpenoid alami.

Selain itu, patikan kebo juga memiliki kandungan steroid dan antrakuinon yang sering dimanfaatkan dalam dunia pengobatan herbal.

Senyawa aktif tersebut mempunyai sifat penting sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, antifungi, dan antiseptik alami.

Baca Juga: Awal Puasa Tetap Kerja, Tapi Lebaran Liburnya Panjang! Cek Jadwal Lengkapnya

Karena memiliki efek antibakteri, patikan kebo berpotensi digunakan sebagai bahan alami untuk membantu mengatasi masalah jerawat.

Meski demikian, uji laboratorium menunjukkan bahwa aktivitas antibakterinya terhadap bakteri penyebab jerawat masih tergolong ringan.

Artinya tanaman ini tetap menjanjikan, tetapi perlu dikembangkan lebih lanjut agar manfaatnya bisa digunakan secara lebih optimal.

Baca Juga: Terkuak, Sejarah Penamaan Virus Nipah dari Desa di Malaysia Bukan India

Selain untuk jerawat, patikan kebo juga diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang baik untuk melindungi kulit dari radikal bebas.

Tanaman ini mampu menghambat enzim tyrosinase, yaitu enzim yang berperan penting dalam proses pembentukan pigmentasi kulit.

Dengan kemampuan tersebut, patikan kebo berpotensi besar dikembangkan menjadi bahan aktif untuk produk pencerah kulit alami.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Deretan Libur Panjang 2026 Siap Bikin Kamu Traveling

Beberapa peneliti bahkan telah mencoba mengolah ekstrak patikan kebo menjadi serum wajah dan produk perawatan kulit lainnya.

Hasil awal menunjukkan bahwa tanaman ini cukup aman digunakan, meskipun tetap membutuhkan uji klinis yang lebih mendalam.

Di tengah tren kecantikan alami, patikan kebo mulai dilirik sebagai alternatif bahan kosmetik yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Bunga Bangkai dan Rafflesia, Dua Raksasa Flora Indonesia

Selama ini sebagian besar tanaman patikan kebo masih tumbuh liar, walaupun sudah ada upaya membudidayakannya sebagai tanaman obat.

Masyarakat tradisional juga telah lama mengenal patikan kebo sebagai ramuan herbal untuk mengatasi berbagai jenis infeksi ringan.

Walaupun potensinya sangat besar, penelitian ilmiah lanjutan tetap diperlukan agar manfaat patikan kebo dapat dimaksimalkan.

Baca Juga: Mengenal Rumput Teki, Gulma Bandel yang Menyimpan Khasiat Herbal

Pengembangan produk berbahan tanaman lokal seperti ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis.

Ke depan, patikan kebo bisa menjadi bukti bahwa tanaman sederhana di sekitar kita menyimpan peluang besar untuk dunia kecantikan. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.