Nasi Beku dan Gula Darah: Bisa Lebih Stabil, Tetapi Tetap Perlu Waspada Risiko Keracunan

AKURAT JAKARTA - Belakangan ini nasi beku menjadi perbincangan karena dianggap dapat membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil.
Banyak penderita diabetes mulai mencoba menyimpan nasi di lemari es sebelum mengonsumsinya kembali.
Anggapan tersebut muncul setelah beberapa penelitian menyoroti perubahan sifat karbohidrat pada nasi yang didinginkan.
Salah satu penelitian membandingkan efek nasi hangat dan nasi yang didinginkan selama 24 jam lalu dipanaskan kembali.
Hasil penelitian menunjukkan peserta dengan diabetes tipe 1 mengalami lonjakan gula darah yang lebih terkendali.
Peneliti menemukan bahwa nasi yang telah didinginkan mengandung lebih banyak pati resisten dibanding nasi hangat.
Pati resisten adalah jenis karbohidrat yang dicerna lebih lambat oleh tubuh dibanding pati biasa.
Karena dicerna lebih lambat, pelepasan glukosa ke dalam darah juga cenderung berlangsung lebih bertahap.
Kondisi tersebut dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah seseorang selesai makan nasi.
Cara kerja pati resisten sering disamakan dengan serat yang membantu memperlambat proses pencernaan makanan.
Selain mendukung kontrol gula darah, pati resisten juga dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti nasi beku menjadi solusi utama untuk mengendalikan diabetes.
Penelitian yang ada masih memiliki keterbatasan karena melibatkan kelompok peserta yang cukup spesifik.
Sebagian besar temuan tersebut berasal dari penelitian yang berfokus pada penderita diabetes tipe 1.
Karena itu, hasil penelitian belum tentu memberikan dampak yang sama pada semua kelompok masyarakat.
=====
Para ahli juga mengingatkan bahwa cara penyimpanan nasi sangat menentukan keamanan saat dikonsumsi kembali.
Risiko terbesar dari nasi dingin atau nasi yang dipanaskan ulang adalah kemungkinan kontaminasi bakteri.
Salah satu bakteri yang paling sering dikaitkan dengan nasi adalah Bacillus cereus yang berasal dari lingkungan.
Bakteri ini dapat mencemari beras mentah sebelum proses memasak berlangsung di dapur rumah tangga.
Keunikan Bacillus cereus adalah kemampuannya membentuk spora yang tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Spora tersebut dapat bertahan meski nasi telah melalui proses pemasakan dengan suhu yang tinggi.
Masalah biasanya muncul ketika nasi dibiarkan terlalu lama pada suhu yang mendukung pertumbuhan bakteri.
Pada kondisi tertentu, spora dapat berkecambah dan berkembang biak dengan sangat cepat.
Bakteri yang berkembang kemudian dapat menghasilkan racun yang menyebabkan gangguan pencernaan.
Gejala yang sering muncul meliputi mual, muntah, diare, dan kram perut dalam waktu singkat.
Risiko keracunan meningkat apabila nasi disimpan atau didiamkan terlalu lama setelah matang.
Memanaskan kembali nasi tidak selalu mampu menghilangkan seluruh racun yang sudah terbentuk sebelumnya.
Karena itu, keamanan penyimpanan menjadi faktor yang tidak kalah penting dibanding manfaat kesehatannya.
Nasi sebaiknya segera didinginkan dan disimpan dalam lemari es setelah selesai dimasak.
Penyimpanan yang tepat dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri yang berbahaya bagi tubuh.
Baca Juga: Wisata di HUT ke-499 Jakarta Pecahkan Rekor, Gubernur Pramono: Ragunan Tembus 135.500 Pengunjung
=====
Saat akan dikonsumsi kembali, nasi perlu dipanaskan hingga benar-benar panas secara merata.
Kelompok seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil perlu lebih berhati-hati terhadap risiko keracunan makanan.
Mereka umumnya memiliki daya tahan tubuh yang lebih rentan terhadap infeksi dan racun bakteri.
Nasi beku memang berpotensi membantu menjaga gula darah lebih stabil pada sebagian orang.
Namun manfaat tersebut harus diimbangi dengan cara penyimpanan yang aman dan higienis.
Dengan memahami manfaat dan risikonya, masyarakat dapat memperoleh keuntungan tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






