Waspada! Inilah 8 Kebiasaan Harian yang Diam-Diam Memicu Diabetes

AKURAT JAKARTA - Kebiasaan pemicu diabetes kini semakin sering dibicarakan seiring meningkatnya jumlah penderita penyakit metabolik ini di seluruh dunia.
Kamu mungkin sering mendengar “kebiasaan pemicu diabetes”, namun tidak menyangka bahwa beberapa rutinitas yang dianggap sehat justru bisa meningkatkan risikonya.
Dalam gaya hidup modern yang serba cepat, kamu kerap melakukan banyak aktivitas tanpa sadar bahwa hal-hal kecil tersebut dapat berdampak buruk dalam jangka panjang.
Karena itu, memahami kebiasaan yang berpotensi memicu diabetes sangat penting agar kamu bisa melindungi diri sejak dini.
Diabetes tipe 2 masih menjadi bentuk paling umum yang berkembang akibat pola hidup.
Banyak orang percaya mereka sudah menjalani gaya hidup sehat, padahal ada sejumlah kebiasaan yang justru mengganggu metabolisme tubuh.
Baca Juga: Tak Perlu ke Puncak, Jakarta Punya Taman Casuarina yang Sejuk dan Asri yang Bikin Lupa Macet
Lebih ironis lagi, banyak rutinitas tersebut dilakukan setiap hari tanpa disadari.
Delapan kebiasaan berikut ini adalah contoh nyata bahwa hal kecil bisa berdampak besar pada kesehatan metabolikmu.
1. Sering mengonsumsi fast food
Baca Juga: Diabetes pada Anak Meningkat Tajam, Ini Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan
Fast food memang praktis, tetapi umumnya tinggi gula, garam, dan lemak jenuh.
Kandungan ini membuatnya rendah serat dan mikronutrien.
Ketika dikonsumsi terlalu sering, lemak di sekitar perut menumpuk dan memicu resistensi insulin.
Baca Juga: 5 Alasan Kamu Harus Rutin Konsumsi Daun Kemangi Mulai Sekarang
Karbohidrat olahan dalam fast food juga membuat pankreas bekerja dua kali lebih keras.
2. Mengganti gula dengan pemanis buatan
Meskipun dianggap lebih aman, pemanis buatan dalam jangka panjang dapat mengacaukan metabolisme glukosa dan mikrobiota usus.
Baca Juga: 7 Sayuran Sehari-hari yang Diam-Diam Bisa Cegah Diabetes, Ada yang Rasanya Pahit!
Ketika keseimbangan mikrobiota terganggu, respon insulin menurun sehingga gula darah sulit dikendalikan.
3. Duduk lebih dari 30 menit tanpa jeda
Gaya hidup kurang gerak terbukti meningkatkan risiko diabetes.
Penelitian terhadap ratusan ribu orang menunjukkan duduk lama tanpa bergerak menghambat metabolisme tubuh.
Dengan berdiri atau berjalan singkat setiap 30 menit, metabolisme glukosa dapat tetap stabil.
4. Pola tidur yang buruk
Kurang tidur secara terus-menerus menyebabkan ketidakseimbangan hormon, termasuk peningkatan hormon stres kortisol.
Kortisol yang tinggi membuat kadar gula darah melonjak dan meningkatkan resistensi insulin.
5. Sering konsumsi smoothie tinggi gula
Walau terkesan sehat, smoothie sering dibuat dengan campuran madu, sirup, atau yoghurt tinggi gula, sehingga kalorinya berlebihan dan memicu lonjakan glukosa.
6. Mengabaikan gejala awal diabetes
Gejala seperti sering haus, mudah lelah, atau penglihatan kabur sering dianggap sepele.
Baca Juga: Cara Jitu Bikin Liburan Singkat Jadi Seru dan Penuh Kenangan
Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi.
7. Sarapan dengan sereal instan
Sereal instan yang manis dapat meningkatkan kadar insulin dan berat badan.
Baca Juga: Rekomendasi 7 Film Terbaru yang Tayang di Bioskop Pekan Ini, dari The First Ride hingga Dopamin
Oatmeal atau roti gandum utuh lebih aman untuk menjaga gula darah tetap stabil.
8. Merokok
Perokok memiliki risiko 30–40% lebih tinggi terkena diabetes.
Nikotin merusak sel tubuh dan meningkatkan peradangan sehingga insulin kurang efektif.
Kebiasaan yang tampak biasa ternyata dapat memicu diabetes dalam jangka panjang.
Dengan memahami pemicu dan mengubah rutinitas kecil sejak sekarang, kamu bisa menurunkan risiko secara signifikan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









