Jangan Dibuang Dulu! Ini Tips Cara Simpan Nasi Sisa agar Tetap Enak Dimakan Besok

AKURAT JAKARTA - Nasi sisa sering keras, bau, dan akhirnya terbuang sia-sia?
Jangan buru-buru menyalahkan rice cooker-mu. Bisa jadi, cara menyimpan nasi sisa di rumah justru salah.
Tips menyimpan nasi sisa yang benar ternyata tidak sulit, dan kamu bisa melakukannya tanpa alat khusus.
Dengan langkah-langkah sederhana, nasi semalam bisa tetap pulen dan aman disantap esok hari.
Yuk, simak rahasianya agar dapurmu bebas dari bau tak sedap dan pemborosan makanan!
1. Dinginkan Nasi Sebelum Disimpan
Langkah pertama yang penting adalah membiarkan nasi mendingin terlebih dahulu.
Menyimpan nasi panas langsung ke wadah hanya akan memicu uap air terperangkap, menciptakan kelembapan berlebih yang mempercepat basi dan bau.
2. Gunakan Wadah Kedap Udara
Simpan nasi dalam food container yang tertutup rapat.
Ini menjaga kelembapan nasi tetap seimbang dan mencegah udara luar serta bakteri masuk ke dalam.
3. Simpan di Kulkas, Bukan Rice Cooker
Setelah dingin, pindahkan nasi ke kulkas, khususnya bagian chiller.
Hindari menyimpannya di suhu ruang atau rice cooker semalaman karena bisa mempercepat pertumbuhan bakteri.
4. Gunakan Kain Lembap Saat Menghangatkan
Baca Juga: Konser Gratis! Goyang Bareng Feel Koplo di Jakarta, Catat Lokasi dan Waktunya di Sini
Kalau nasi mulai mengeras, kamu bisa menghangatkannya di kukusan atau microwave dengan meletakkan kain lembap di atasnya.
Cara ini mengembalikan kelembapan dan membuat nasi kembali pulen.
5. Jangan Campur dengan Nasi Baru
Kesalahan umum lainnya adalah mencampur nasi sisa dengan nasi baru.
Ini justru bisa mempercepat pembusukan dan merusak rasa.
6. Ubah Jadi Menu Lezat
Baca Juga: Sleep Tourism, Wisata Aneh yang Justru Dicari Banyak Orang
Kalau kamu bosan makan nasi putih biasa, sulap saja nasi sisa jadi nasi goreng, cireng nasi, atau bahkan nasi bakar.
Hemat, enak, dan bebas food waste!
Dengan menyimpan nasi sisa dengan cara yang tepat, kamu tidak hanya menghemat pengeluaran rumah tangga, tapi juga ikut serta dalam gerakan mengurangi sampah makanan.
Kuncinya ada pada suhu, wadah, dan kreativitas di dapur. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







