Jakarta

Libur Panjang Berakhir, Kenali Sunday Scaries yang Bisa Dialami Anak Menjelang Masuk Sekolah

Anggerhana Denni Rahmawati | 11 Juli 2026, 18:15 WIB
Libur Panjang Berakhir, Kenali Sunday Scaries yang Bisa Dialami Anak Menjelang Masuk Sekolah
Ilustrasi anak yang mengalami Sunday Scaries pasca libur panjang.

AKURAT JAKARTA - Hari Minggu ini menjadi waktu terakhir bagi anak-anak menikmati liburan sekolah.

Bagi sebagian siswa, menjelang hari pertama masuk sekolah pada Senin esok justru muncul perasaan yang sulit dijelaskan.

Ada yang mulai gelisah, malas memikirkan sekolah, sulit tidur, hingga merasa akhir pekan berlalu terlalu cepat.

Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai Sunday Scaries, yaitu rasa cemas atau tidak nyaman yang muncul pada Minggu sore atau malam saat seseorang bersiap kembali menjalani rutinitas.

Fenomena ini tidak hanya dialami pekerja, tetapi juga dapat dirasakan anak-anak yang akan kembali ke sekolah setelah libur panjang.

Pekan ini, banyak siswa di Indonesia bersiap memulai tahun ajaran 2026/2027 pada Senin, 13 Juli 2026.

Selain kembali belajar, sebagian siswa baru juga akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Psikolog menjelaskan bahwa perasaan tersebut merupakan respons yang wajar terhadap perubahan dari suasana santai selama liburan menuju rutinitas yang lebih terstruktur.

Selama libur sekolah, anak terbiasa bangun lebih siang, bermain lebih lama, dan memiliki kebebasan mengatur waktu.

Ketika sekolah kembali dimulai, otak harus beradaptasi lagi dengan jadwal yang lebih disiplin.

Sunday Scaries juga bisa muncul karena berbagai kekhawatiran, misalnya bertemu guru baru, memasuki kelas yang berbeda, menghadapi pelajaran yang dianggap sulit, atau bagi siswa baru, menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang sama sekali baru.

Meski demikian, orang tua tidak perlu langsung menganggap kondisi tersebut sebagai masalah serius.

Perasaan cemas menjelang hari pertama sekolah merupakan bagian dari proses adaptasi yang umumnya akan berangsur berkurang setelah anak kembali menjalani aktivitas belajar.

Agar transisi berlangsung lebih nyaman, orang tua dapat membantu anak mempersiapkan perlengkapan sekolah sejak beberapa hari sebelumnya, mengembalikan jam tidur ke pola normal, serta mengajak anak berbincang mengenai hal-hal yang mereka nantikan di sekolah, bukan hanya kekhawatirannya.

Memberikan ruang bagi anak untuk menceritakan perasaannya juga penting.

Baca Juga: Jangan Menyerah Dulu! UNJ Masih Buka Jalur Mandiri hingga 18 Juli 2026

=====

Dengan begitu, mereka merasa didengar dan lebih siap menghadapi hari pertama sekolah.

Pada akhirnya, Sunday Scaries bukanlah tanda bahwa anak malas belajar.

Sebaliknya, fenomena ini menunjukkan bahwa otak sedang berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan rutinitas.

Dengan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekolah, proses adaptasi tersebut biasanya akan berjalan lebih mudah sehingga anak dapat memulai tahun ajaran baru dengan lebih percaya diri. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.