Libur Panjang Berakhir, Kenali Sunday Scaries yang Bisa Dialami Anak Menjelang Masuk Sekolah

AKURAT JAKARTA - Hari Minggu ini menjadi waktu terakhir bagi anak-anak menikmati liburan sekolah.
Bagi sebagian siswa, menjelang hari pertama masuk sekolah pada Senin esok justru muncul perasaan yang sulit dijelaskan.
Ada yang mulai gelisah, malas memikirkan sekolah, sulit tidur, hingga merasa akhir pekan berlalu terlalu cepat.
Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai Sunday Scaries, yaitu rasa cemas atau tidak nyaman yang muncul pada Minggu sore atau malam saat seseorang bersiap kembali menjalani rutinitas.
Fenomena ini tidak hanya dialami pekerja, tetapi juga dapat dirasakan anak-anak yang akan kembali ke sekolah setelah libur panjang.
Pekan ini, banyak siswa di Indonesia bersiap memulai tahun ajaran 2026/2027 pada Senin, 13 Juli 2026.
Selain kembali belajar, sebagian siswa baru juga akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Psikolog menjelaskan bahwa perasaan tersebut merupakan respons yang wajar terhadap perubahan dari suasana santai selama liburan menuju rutinitas yang lebih terstruktur.
Selama libur sekolah, anak terbiasa bangun lebih siang, bermain lebih lama, dan memiliki kebebasan mengatur waktu.
Ketika sekolah kembali dimulai, otak harus beradaptasi lagi dengan jadwal yang lebih disiplin.
Sunday Scaries juga bisa muncul karena berbagai kekhawatiran, misalnya bertemu guru baru, memasuki kelas yang berbeda, menghadapi pelajaran yang dianggap sulit, atau bagi siswa baru, menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang sama sekali baru.
Meski demikian, orang tua tidak perlu langsung menganggap kondisi tersebut sebagai masalah serius.
Perasaan cemas menjelang hari pertama sekolah merupakan bagian dari proses adaptasi yang umumnya akan berangsur berkurang setelah anak kembali menjalani aktivitas belajar.
Agar transisi berlangsung lebih nyaman, orang tua dapat membantu anak mempersiapkan perlengkapan sekolah sejak beberapa hari sebelumnya, mengembalikan jam tidur ke pola normal, serta mengajak anak berbincang mengenai hal-hal yang mereka nantikan di sekolah, bukan hanya kekhawatirannya.
Memberikan ruang bagi anak untuk menceritakan perasaannya juga penting.
Baca Juga: Jangan Menyerah Dulu! UNJ Masih Buka Jalur Mandiri hingga 18 Juli 2026
=====
Dengan begitu, mereka merasa didengar dan lebih siap menghadapi hari pertama sekolah.
Pada akhirnya, Sunday Scaries bukanlah tanda bahwa anak malas belajar.
Sebaliknya, fenomena ini menunjukkan bahwa otak sedang berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan rutinitas.
Dengan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekolah, proses adaptasi tersebut biasanya akan berjalan lebih mudah sehingga anak dapat memulai tahun ajaran baru dengan lebih percaya diri. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



