Jakarta

Cegah Risiko Janin Cacat, POGI Desak Perlindungan Ekstra Bagi Ibu Hamil Terdampak Karhutla

Aisya Nur Aziza | 27 Agustus 2026, 16:01 WIB
Cegah Risiko Janin Cacat, POGI Desak Perlindungan Ekstra Bagi Ibu Hamil Terdampak Karhutla
Dampak karhutla bagi janin, POGI ingatkan ibu hamil untuk lakukan perlindungan ekstra- Foto: Kementerian Kehutanan

AKURAT JAKARTA — Paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyimpan bahaya serius bagi keselamatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Budi Wiweko, menegaskan bahwa pencemaran udara akibat karhutla berisiko tinggi mengganggu perkembangan organ vital bayi.

"Kebakaran hutan dan lahan menghasilkan asap yang dipenuhi polusi. Jangankan untuk ibu hamil, bagi perempuan yang sehat saja kondisi ini sudah tidak baik," ujar Prof. Budi mengutip dari ANTARA, Kamis (27/8).

Baca Juga: Dampak Karhutla Memburuk, Puluhan Ribu Warga Kalimantan Selatan Terserang ISPA

Baca Juga: Cabai Rawit Merah Meroket ke Rp81 Ribu, Cek Update Harga Sembako Terbaru dari BI

Spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi tersebut menjelaskan bahwa asap karhutla mengandung zat kimia pengganggu endokrin atau Endocrine-disrupting Chemicals (EDC).

Zat ini memiliki kemampuan merusak dan merancukan fungsi sistem hormon di dalam tubuh.

Beberapa senyawa EDC yang terkandung dalam asap pembakaran seperti Dioksin, Karbon Monoksida dan Bisphenol A (BPA) sangat berbahaya apabila terhirup dan masuk kealiran darah ibu.

Dimana bayi akan beresiko untuk memiliki kelainan pada alat reproduksi serta organ kelamin saat lahir.

Adapun ancaman ini sangat rentan untuk usia kehamilan yang berada di bawah 12 minggu atau trimester pertama. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.