Jakarta

Pestapora 2026 Buka Panggung Internasional, Musisi Korea dan Jepang Ikut Meramaikan

Anggerhana Denni Rahmawati | 25 September 2026, 17:15 WIB
Pestapora 2026 Buka Panggung Internasional, Musisi Korea dan Jepang Ikut Meramaikan
Pestapora 2026 kedatangan musisi asing.

AKURAT JAKARTA - Pestapora 2026 menghadirkan wajah baru dalam perjalanan festival musik tersebut.

Untuk pertama kalinya, Pestapora membuka panggung bagi musisi dari luar Indonesia dengan mendatangkan band asal Korea Selatan dan Jepang.

Langkah ini tidak hanya menambah variasi penampil, tetapi juga membuka peluang pertukaran musisi antarnegara.

Dua band Korea Selatan, Tuesday Beach Club dan Mombrimz, menjadi bagian dari debut internasional Pestapora tahun ini.

Keduanya dijadwalkan tampil pada Jumat, 25 September 2026, atau hari pertama festival yang berlangsung di Gambir Expo dan Hall D2 JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

CEO Boss Kreator Kiki Aulia Ucup mengatakan, kehadiran kedua band tersebut merupakan hasil kerja sama dengan mitra festival musik dari wilayah Gyeonggi, Korea Selatan.

Kerja sama itu diharapkan tidak berhenti pada mendatangkan musisi asing ke Indonesia.

Penyelenggara juga ingin membuka kesempatan bagi musisi Tanah Air untuk tampil di Gyeonggi melalui program pertukaran musisi.

“Harapannya nanti bisa terjadi pertukaran musisi, untuk kita membawa musisi Indonesia ke Gyeonggi sana,” kata Ucup.

Selain band Korea Selatan, Pestapora 2026 turut menghadirkan Luby Sparks dari Jepang.

Baca Juga: Ada Kunang-kunang dan Lukisan Kamasan, Sisi Bali Ini Tak Banyak Diketahui Wisatawan

Band tersebut dijadwalkan tampil pada Minggu, 27 September 2026, sekaligus menambah pilihan musik dari luar negeri bagi pengunjung.

Peluang Baru bagi Musisi Indonesia

Kehadiran musisi mancanegara menjadi langkah baru bagi Pestapora dalam memperluas jangkauan festival.

Kerja sama dengan mitra luar negeri berpotensi menjadi jalur bagi musisi Indonesia untuk memperkenalkan karya mereka kepada pendengar di negara lain.

Jika pertukaran tersebut terealisasi, hubungan yang terbangun tidak hanya menguntungkan penyelenggara festival, tetapi juga membuka ruang bagi musisi lokal untuk menjangkau audiens internasional.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.