Ada Kunang-kunang dan Lukisan Kamasan, Sisi Bali Ini Tak Banyak Diketahui Wisatawan

AKURAT JAKARTA - Bali selama ini dikenal lewat pantai, pura, sawah hingga kawasan wisata yang ramai.
Namun, pengalaman berbeda bisa ditemukan ketika wisatawan keluar dari jalur wisata yang sudah umum dan mulai mengenal kehidupan masyarakat lokal.
Di sejumlah desa, warga justru menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana alam dan tradisi Bali dipertahankan.
Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga dapat mengikuti proses konservasi dan mengenal seni yang diwariskan antargenerasi.
Salah satu contohnya berada di Desa Taro, sekitar 20 kilometer dari Ubud.
Di sana, Wayan Wardika bersama timnya menjalankan inisiatif Bring Back The Light untuk mengembalikan populasi kunang-kunang yang semakin sulit ditemukan.
Bagi Wayan, hilangnya kunang-kunang berkaitan dengan perubahan lingkungan.
Penggunaan pestisida, polusi, serta perubahan habitat membuat serangga tersebut semakin jarang terlihat.
Melalui program tersebut, Wayan melibatkan petani lokal, peneliti, dan ilmuwan muda untuk mempelajari kehidupan kunang-kunang sekaligus menjaga habitatnya.
Kawasan konservasi berada di sekitar perkebunan dan lahan pertanian Desa Taro.
Baca Juga: Perpusnas Ubah Naskah Kuno Jadi Komik, Biar Sejarah Nusantara Tak Makin Jauh dari Anak
Menariknya, wisatawan juga dapat ikut mengenal proses tersebut.
Pengunjung diajak menyusuri persawahan pada malam hari untuk melihat kunang-kunang, mempelajari siklus hidupnya, hingga mengenal kegiatan penelitian dan pembiakan.
Wayan juga melihat konservasi kunang-kunang sebagai bagian dari upaya menjaga identitas Bali.
“Kunang-kunang memiliki hubungan yang sangat erat dengan kearifan lokal, spiritualitas, budaya, dan tradisi Bali. Saat kita melindungi kunang-kunang, kita juga sedang melindungi bagian kecil dari identitas budaya dan kearifan yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujar Wayan.
Pengalaman berbeda bisa ditemukan di Klungkung melalui seni lukis Kamasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 3Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 4Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di UNL, 25 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Seret Gol
- 5Prediksi Skor Namibia vs Republik Kongo di Kualifikasi Piala Afrika, 24 September 2026: Duel Sengit di Botswana
- 6Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di UNL, 25 September 2026: Erling Haaland Berpeluang Putus Dominasi Tim Tamu
- 7Lowongan Kerja di MRT Jakarta Tahun 2026: Buka 19 Formasi Lulusan SMA/SMK hingga S1, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
- 8Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UNL, 25 September 2026: Duel Sengit di Rajko Mitic
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





