Jakarta

5 Menit untuk Bahagia, Micro Joy Jadi Cara Baru Menikmati Keseharian

Anggerhana Denni Rahmawati | 27 September 2026, 20:00 WIB
5 Menit untuk Bahagia, Micro Joy Jadi Cara Baru Menikmati Keseharian
Saat bahagia tak lagi harus mahal. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Kebahagiaan sering kali dikaitkan dengan sesuatu yang besar.

Liburan, membeli barang impian, mendapatkan pencapaian tertentu, atau menghabiskan waktu bersama orang terdekat dianggap sebagai momen yang paling layak dinantikan.

Masalahnya, momen seperti itu tidak selalu datang setiap hari.

Sementara itu, rutinitas terus berjalan dengan pekerjaan, belajar, mengurus keluarga, hingga berbagai aktivitas lain yang menyita perhatian.

Di tengah kondisi tersebut, tren micro joy mengajak seseorang melihat kembali hal-hal kecil yang sebenarnya bisa menghadirkan rasa senang dalam keseharian.

Bahagia Tak Harus Menunggu Momen Besar

Micro joy berangkat dari gagasan sederhana: kebahagiaan dapat ditemukan melalui pengalaman kecil yang sering dianggap biasa.

Secangkir kopi hangat di pagi hari, suara hujan dari balik jendela, lagu favorit dalam perjalanan, atau berjalan kaki sambil menikmati udara segar bisa menjadi momen yang memberikan jeda dari kesibukan.

Mengutip The Guardian, konsep ini semakin dikenal melalui kebiasaan meluangkan waktu sekitar lima hingga sepuluh menit untuk melakukan aktivitas sederhana yang menyenangkan.

Kegiatan tersebut bisa berupa mengungkapkan rasa syukur, melakukan kebaikan kecil, merayakan kebahagiaan orang lain, atau sekadar berhenti sejenak untuk memperhatikan sesuatu yang menarik di sekitar.

Baca Juga: Little Siam Fest Hadirkan Sensasi Festival Thailand, dari Fashion Show hingga Perang Air

Hal penting dari kebiasaan ini bukan seberapa besar aktivitas yang dilakukan, melainkan perhatian yang diberikan terhadap pengalaman tersebut.

Ketika Rutinitas Membuat Momen Kecil Terlewat

Kesibukan membuat seseorang mudah menjalani hari secara otomatis.

Bangun tidur, bekerja atau belajar, menyelesaikan berbagai kewajiban, kemudian kembali beristirahat.

Dalam pola seperti itu, pengalaman positif yang sebenarnya terjadi bisa saja tidak mendapat perhatian.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.